Tips Kesehatan
Berhenti Merokok, Lindungi Diri dari Kanker Serviks
Kanker serviks terjadi akibat infeksi virus HPV (Human Papillomavirus) yang menyebabkan sel-sel abnormal tumbuh di dinding leher rahim.
Penulis: Santo Ari | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM - Merokok menjadi praktik umum di berbagai belahan dunia. Kebiasaan ini sering berkembang menjadi kecanduan yang sulit dihentikan karena nikotin, zat adiktif utama dalam rokok, memberikan efek euforia sementara yang membuat pengguna ingin terus mengonsumsinya.
Bahaya merokok sangat signifikan dan berdampak buruk pada kesehatan.
Merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit serius seperti kanker paru-paru, penyakit jantung, stroke, dan penyakit pernapasan kronis.
Salah satu penyakit yang disebabkan karena merokok adalah kanker serviks.
Melansir dari laman Kemenkes RI, kanker serviks adalah kanker atau tumor yang terjadi pada dinding leher rahim, yaitu bagian paling bawah rahim yang menghubungkannya dengan vagina, sehingga disebut juga sebagai kanker leher rahim.
Kanker serviks merupakan kanker nomor empat paling banyak dialami perempuan di seluruh dunia, serta penyebab kematian tertinggi di negara-negara berkembang.
Penularan Kanker Serviks
Kanker serviks terjadi akibat infeksi virus HPV (Human Papillomavirus) yang menyebabkan sel-sel abnormal tumbuh di dinding leher rahim.
Jika pertumbuhan sel-sel ini semakin tidak terkendali, lama kelamaan akan menjadi tumor ganas atau kanker.
Virus HPV ditularkan melalui kontak kulit dengan area yang terinfeksi, salah satunya lewat hubungan seksual.
Namun, penularan bisa juga terjadi melalui kontak kulit dengan bagian di luar organ intim.
Gejala Kanker serviks yang muncul biasanya berhubungan dengan vagina, seperti :
- Pendarahan tidak normal pada vagina, terutama setelah berhubungan intim, selesai menstruasi dan menopause
- Rasa nyeri pada vagina
- Keputihan yang tidak normal, gatal dan berbau.
- Rasa sakit saat buang air kecil.
Walaupun demikian, ada kalanya gejala kanker serviks tidak langsung muncul, terutama pada penderita stadium awal.
Oleh karenanya, lakukan pemeriksaan atau skrinng pap smear untuk mendiagnosisnya, jika mengalami keluhan atau gejala di atas.
Baca juga: Tips Berhenti Merokok dengan Metode S.T.A.R.T
Merokok Meningkatkan Risiko Kanker Serviks
| 7 Manfaat Kembang Kol bagi Kesehatan dan 3 Efek Sampingnya |
|
|---|
| Menggertakkan Gigi Saat Tidur: Pennyebab, Efek, dan Cara Mengatasinya |
|
|---|
| Makanan Aneh yang Ternyata Super Sehat, Kaya Nutrisi yang Terkandung di Dalamnya |
|
|---|
| Nasi Kemarin Sore Lebih Sehat untuk Cegah Gula Darah Naik, Ini Faktanya |
|
|---|
| Kentut Ternyata Bisa Jadi Indikator Kesehatan Usus yang Baik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tips-stop-merokok_20180219_152110.jpg)