Kasus DBD di Bantul Dilaporkan Menurun, Tercatat Ada 29 Kasus pada Oktober 2024

Kasus itu mulai terlihat mengalami penurunan per April 2024 dan terus menurun hingga Oktober 2024.

Dok. Istimewa
ilustrasi Demam Berdarah 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mencatat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus mengalami penurunan selama beberapa bulan terakhir.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul, Feranose Panjuantiningrum, mengatakan kasus itu mulai terlihat mengalami penurunan per April 2024 dan terus menurun hingga Oktober 2024.

"Pada Januari 2024, tercatat ada 15 kasus DBD. Kemudian pada Februari naik menjadi 34 kasus DBD, dan pada Maret  menjadi 71 kasus DBD. Namun, maulai April menjadi 68 kasus DBD," katanya kepada Tribunjogja.com, Minggu (10/11/2024).

Selanjutnya, pada Mei kembali mengalami penurunan menjadi 65 kasus DBD, pada Juni menjadi 57 kasus DBD, pada Juli menjadi 52 kasus DBD.

Kasus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti itu kembali menurun.

Tercatat pada Agustus terdapat 40 kasus DBD, September tercatat ada 32 kasus DBD, dan Oktober tercatat ada 29 kasus DBD.

"Sejauh ini, tidak ada yang dinyatakan meninggal dunia dikarenakan DBD," jelasnya.

Baca juga: Warga Gagalkan Upaya Dugaan Penculikan Anak di Pundong Bantul, Ini Keterangan Polisi

Sementara itu, Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widiyantara, menyebut ada banyak faktor yang dapat menurunkan kasus DBD.

Satu di antaranya adalah faktor cuaca kemarau seperti yang terjadi pada beberapa waktu lalu.

"Saat kemarau itu kan tidak banyak genangan air seperti saat cuaca hujan. Dari situ, tempat perkembanganbiakan nyamuk semakin sedikit," ucapnya.

Untuk kembali menekankan penyebaran kasus DBD, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap membersihkan kondisi lingkungan termasuk lingkungan tempat tinggal.

"Memang, pada saat ini kan sedang berlangsung cuaca hujan, jadi kami berpesan kepada teman-teman atau masyarakat untuk tetap membersihkan lokasi dan meminimalisasi genangan air," tuturnya.

Tidak hanya itu, masyarakat juga diimbau untuk menutup tempat-tempat penampungan air dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk.

"Selain itu, pencegahan DBD juga bisa dilakukan dengan perilaku hidup bersih dan sehat," tutup Agus.(*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved