Pemkab Gunungkidul Tetap Gencarkan Vaksinasi PMK pada Hewan Ternak
Kepala DPKH Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, mengatakan vaksinasi PMK ini merupakan langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya kasus.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Gunungkidul terus berupaya mencegah merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni melakukan vaksinasi di sejumlah peternak di wilayah ini.
Kepala DPKH Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, mengatakan vaksinasi PMK ini merupakan langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya kasus.
"Meskipun, kasus PMK di Kabupaten Gunungkidul terbilang landai, namun kami berkomitmen untuk mendukung program vaksinasi ini agar semua ternak dapat terlindungi," ujarnya pada Senin (4/11/2024).
Dia menyebut, pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh populasi ternak mendapatkan perlindungan yang optimal.
"Kami, targetkan mencapai cakupan vaksinasi PMK itu minimal 70 persen untuk membentuk kekebalan kelompok,"ungkapnya.
Dia menambahkan, PMK tidak bisa diobati, tetapi bisa diredakan gejala yang timbul dengan pengobatan simptomatis.
PMK biasanya bisa sembuh dengan sendirinya dengan kekuatan imunitas tubuh hewan.
Baca juga: Cerita Mbah Sarno, Veteran Asal Gunungkidul yang Tinggal di Bekas Kandang Ayam Kini Dapat Rumah Baru
Maka dari itu, selain dengan vaksinasi untuk menekan penyebaran juga dilakukan penanggulangan PMK dengan pembatasan lalu-lintas ternak (masuk dan keluar) dari dan menuju ke daerah wabah, pemusnahan terbatas hewan tertular dan yang terpapar (stamping out).
"Serta, menghilangkan Virus PMK dengan dekontaminasi kandang, peralatan, kendaraan dan bahan lainya yang dapat menularkan penyakit atau disposal bahan yang terkontaminasi serta membentuk kekebalan pada hewan peka dengan vaksinasi,"ucapnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan upaya pencegahan berupa Pelayanan Terpadu Hewan (Yanduwan) ternak meliputi pemberian vitamin dan obat cacing untuk peningkatan kesehatan dan imunitas ternak.
Dia pun mengingatkan kepada masyarakat apabila menemukan hewan ternak dengan gejala seperti mulut keluar lendir berlebih atau berbusa, ada luka seperti sariawan di lidah, gusi, kuku kaki, pada kambing atau sapi.
Agar, segera melaporkan ke Puskeswan terdekat atau langsung ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul. (*)
Hewan Ternak Mati karena Penyakit Menular, 14 Peternak di Gunungkidul Mendapat Kompensasi |
![]() |
---|
Penggunaan Lahan untuk Pembangunan KNMP di Gunungkidul Masih Proses Perizinan ke Gubernur DIY |
![]() |
---|
Belasan Ribu Anak Usia SD di Sleman Jadi Sasaran Imunisasi |
![]() |
---|
Pemkab Gunungkidul Pastikan Semua Venue Siap untuk Gelaran Peparda DIY 2025 |
![]() |
---|
Bulan Dana 2025, PMI Gunungkidul Targetkan Rp500 Juta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.