Memasuki Musim Penghujan, BPBD Kulon Progo Masih Layani Permintaan Dropping Air Bersih

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo hingga kini masih melayani distribusi atau dropping air bersih ke masyarakat.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Warga di Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kulon Progo saat mengambil air dari sumur yang airnya berkurang, belum lama ini. BPBD Kulon Progo hingga kini masih melayani permintaan dropping air bersih meski mulai memasuki musim penghujan. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo hingga kini masih melayani distribusi atau dropping air bersih ke masyarakat.

Sebab masih ada permintaan dari masyarakat meski saat ini mulai masuk musim penghujan.

Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Taufiq Prihadi mengatakan permintaan berasal dari 25 kalurahan di 6 kapanewon yang sampai saat ini masih dilayani.

"Ada permintaan dari yang sudah dilayani sebelumnya, tapi ada juga permintaan baru," ungkap Taufiq pada Senin (04/11/2024).

6 kapanewon yang masih melakukan pengajuan dropping air bersih antara lain Kokap, Samigaluh, Girimulyo, Kalibawang, Panjatan, dan Pengasih.

BPBD Kulon Progo tetap melayani permintaan tersebut menggunakan armada tangki yang dimiliki.

Menurut Taufiq, permintaan masih diajukan lantaran curah hujan belum merata ke seluruh wilayah Kulon Progo.

Alhasil, masih ada wilayah yang mengalami kesulitan air bersih sehingga melakukan pengajuan.

"Apalagi masih ada Status Tanggap Darurat Kekeringan sehingga masalah krisis air bersih jadi tanggungjawab kami," jelasnya.

Status Tanggap Darurat Kekeringan Kulon Progo berlaku hingga 31 Oktober 2024.

Baca juga: BPBD DIY Siapkan Langkah Antisipatif Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi di Awal Musim Penghujan

Terkait perpanjangannya, Taufiq mengatakan perlu melihat situasi mengingat saat ini mulai memasuki musim penghujan.

Apalagi mengacu pada prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah Kulon Progo sudah mulai diguyur hujan pada November ini.

BPBD Kulon Progo pun mulai bersiap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

"Kami sudah melakukan koordinasi secara internal terkait kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama musim penghujan," kata Taufiq.

Sejumlah wilayah di Kulon Progo pun mulai merasakan dampak dari hujan deras disertai angin pada Minggu (03/11/2024).

Menurut data BPBD Kulon Progo hingga pukul 18.40 WIB Minggu kemarin, dilaporkan ada 15 titik kejadian berupa pohon tumbang.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kulon Progo, Budi Prastawa mengatakan dropping air bersih selama Oktober lalu mengandalkan dana dari Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Kulon Progo.

Dana didapat berkat adanya Status Tanggap Darurat Kekeringan.

"Dana yang dihabiskan untuk dropping air bersih selama Oktober lalu kurang lebih Rp 200 juta, untuk 25 kalurahan di 6 kapanewon," ujar Budi.

Adapun BPBD Kulon Progo juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak dalam menyalurkan air bersih. Termasuk dari Pemda DIY hingga pihak swasta.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved