Cerita Lengkap Prajurit TNI dan Polisi Selamatkan Bocah 4 Tahun yang Disandera Pria di Pasar Minggu

Aksi penyanderaan anak kecil oleh seorang pria bersenjata tajam menggegerkan warga di Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Senin (28/10/2024) siang.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
(DOK. Istimewa)
Babinsa Jati Padang dari Koramil 03 Pasar Minggu bernama Serda Wahyu Hidayat menjadi salah satu negosiator dalam penyelamatan kasus penyanderaan tersebut. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Aksi penyanderaan anak kecil oleh seorang pria bersenjata tajam menggegerkan warga di Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Senin (28/10/2024) siang.

Seorang pria menyandera bocah di pos polisi perempatan The Park Pejaten sekitar pukul 10.00 WIB.

Video penyanderaan itu banyak beredar di media sosial.

Salah satunya diunggah oleh akun @MilSaid di X.

Dalam unggahannya, terlihat pelaku yang mengenakan jaket biru mengalungkan pisau ke leher bocah yang berada di pintu pos polisi. 

Bocah tersebut terlihat menangis, sedangkan situasi tegang ini menarik perhatian pengguna jalan.

“Penyanderaan di depan Pejaten Village hari ini 10.00 WIB,” tulis akun X @MilSaid seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Gogo Galesung, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Korban diketahui berinisial S (4) dan pelaku berinisial IJ (54).

Masih dikutip dari Kompas.com, salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian bernama Roy(33) menceritakan detik-detik pelaku langsung menyandera korban.

Menurut Roy, pelaku yang mengenakan baju biru turun dari taksi sekitar pukul 10.15 WIB. Dia langsung menyeret anak perempuan sambil mengancamnya dengan pisau.

"Dia turun dari taksi, dan langsung menyeret anak kecil perempuan sambil memegang pisau dapur," ujar Roy di perempatan Pejaten Barat, Senin (28/10/2024).

Mengetahui ada anak kecil yang disandera, Roy dan warga lainnya langsung mengepung pelaku.

Mengetahui dikepung, pelaku pun panik.

"Semua orang yang lihat marah sekali. Kami kepung dia," tambahnya.

Tak lama kemudian, beberapa petugas kepolisian tiba di lokasi dan mencoba bernegosiasi dengan pelaku agar tidak melukai korban.

"Ada polwan juga datang dan coba menyelamatkan bocah. Jadi tidak diinterogasi di situ," jelas Roy.

Baca juga: 2 Ribu APK Langgar Aturan Hasil Razia Menumpuk di Eks Bioskop Wates Kulon Progo

Saat proses negosiasi, pelaku mulai melunak dan akhirnya meminta untuk didatangkan mobil guna melarikan diri karena ketakutan dihakimi massa yang sudah berkumpul.

Tak berselang lama, melintas mobil dinas TNI.

Pelaku kemudian dibawa oleh polisi menggunakan mobil sedan hitam berpelat TNI.

"Saya enggak lihat jelas, tiba-tiba si pelaku sudah enggak memegang pisau, dan naik mobil sedan hitam platnya TNI," kata Roy, menambahkan bahwa seorang petugas polisi mengalami luka di tangan, kemungkinan akibat upaya merebut pisau dari pelaku.

 Mulyadi (31), warga lain yang juga menyaksikan kejadian, mengatakan bahwa massa di lokasi sudah cukup marah.

"Soalnya massa ramai banget. Kalau enggak ada polisi, dia sudah dihajar mungkin," ujarnya. 

Diselamatkan Prajurit TNI

Aksi penyanderaan anak kecil oleh seorang pria di Pasar Minggu tersebut berhasil digagalkan oleh sejumlah aparat gabungan TNI dan Polri.

Salah satu prajurit TNI yang berhasil menyelamatkan korban adalah Serda Wahyu Hidayat.

Anggota TNI yang bertugas sebagai Babinsa Jati Padang dari Koramil 03 Pasar Minggu itu berhasil menggagalkan penyanderaan setelah merebut korban dari pelaku.

Serda Wahyu menceritakan detik-detik dirinya merebut anak kecil yang disandera oleh pelaku.

Saat kejadian, pelaku yang diketahui berinisial IJ meminta Serda Wahyu untuk menjadi sopir setelah ia berada di kursi penumpang belakang mobil dinas berplat TNI yang sebelumnya dihentikan atas permintaan pelaku.

"Dia minta disopirin sama saya. Pada saat dia minta disopirin, saya pura-pura tidak bisa membawa mobil matic. Padahal, mobil apa saja saya bisa,” ujar Wahyu saat dihubungi Kompas.com.

Menanggapi permintaan tersebut, Wahyu menyarankan agar petugas kepolisian menggantikan posisinya di kursi kemudi.

Ketika sudah berada di samping pelaku yang masih memegang pisau, Wahyu langsung menarik S dari pelukan IJ.

Sedangkan petugas polisi yang duduk di kursi kemudi langsung memutarbalikkan badan berupaya mengambil pisau dari tangan IJ.

"Saya ambil anaknya, saya tarik, saya keluarkan, saya tenangkan, saya kasih minum, lalu saya kasih ke Bu Kasatlantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Yunita Rungkat," ungkap Wahyu.

Saat Wahyu keluar dengan menggendong S, massa yang menyaksikan aksi penyelamatan ini bersorak.

Setelah itu, IJ dibawa ke Polres Metro Jakarta Selatan, sedangkan S dilarikan ke Rumah Sakit JMC untuk pemeriksaan.

Wahyu sempat mengunjungi S di rumah sakit dan memastikan kondisinya baik.

"Alhamdulillah enggak (terluka) ya. Saya bercandain, ‘Tadi kamu ngapain?'. Dia jawab, 'Mau jalan'. Syukur alhamdulillah, enggak terlalu trauma juga,” kata Wahyu.

Pelaku kini diserahkan ke Polres Metro Jakarta Timur karena kejadian penyanderaan bermula di wilayah hukum tersebut.

Sebelumnya, aksi penyanderaan ini terekam dalam video viral di media sosial yang memperlihatkan pelaku mengenakan jaket biru dan mengalungkan pisau di leher korban. (*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved