Peningkatan Kualitas Permukiman, 370 Rumah di Kota Yogya Disasar Program M3K

Sebanyak 370 unit rumah milik warga di kawasan kumuh berhasil ditangani Pemkot Yogya lewat program Mundur Munggah Madhep Kali

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Ilustrasi pemukiman warga di tepi Sungai Code, Kota Yogya. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA  - Sebanyak 370 unit rumah milik warga di kawasan kumuh berhasil ditangani Pemkot Yogya lewat program Mundur Munggah Madhep Kali (M3K).

Program tersebut dilangsungkan di bantaran sungai, atau pinggiran kali, di kawasan Sungai Winongo, Code, Gajahwong dan Manunggal.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah  (Bappeda) Kota Yogya, Agus Tri Haryono, menuturkan, bahwa program tersebut digulirkan sebagai upaya pengentasan kawasan kumuh.

Namun, untuk kawasan kumuh yang terkendala pola pemugaran atau M3K, maka dilakukan penataan dengan konsep Perumahan dan Permukiman Layak Huni (Mahananni).

"Pemkot Yogya berupaya meningkatkan kualitas permukiman dengan segala potensi yang ada, baik dengan pemugaran dengan konsep M3K, maupun terobosan terbaru konsolidasi lahan dengan konsep Mahannani," tandasnya.

Baca juga: Masih Tersisa 80 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Yogya, Ini Langkah Pemkot Yogya

Salah satu lokasi yang disasar peningkatan kualitas perumahan dan permukiman kumuh dengan konsep Mahannani adalah di Kalurahan Terban.

Sebagai penyangga ekonomi wisata Malioboro, kawasan tersebut dibangun dengan konsep wisata riverside pedestrian. 

Dengan lingkungan yang sudah tertata, Agus berharap, potensi kawasan sungai akan lebih terlihat dan menjadi etalase ekonomi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat. 

"Upaya ini tentunya dilakukan untuk mencapai pengembangan penghidupan berkelanjutan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (aka)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved