Harga Plastik Melambung
Harga Plastik Melejit: UMKM di Sleman dan Yogyakarta Tercekik
idak main-main, kenaikan harga plastik mencapai hampir 100 persen atau dua kali lipat dari harga normal
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Harga berbagai jenis kemasan plastik, mulai dari kantong kresek, cup minuman, hingga wadah thin wall, mengalami kenaikan drastis sejak akhir Maret 2026.
- Krisis ini dipicu oleh gangguan rantai pasok global akibat konflik di Timur Tengah yang menyebabkan penutupan Selat Hormuz.
- Pedagang kuliner kini berada di posisi sulit; mereka harus menanggung pembengkakan biaya operasional demi menjaga harga jual tetap stabil agar tidak kehilangan pelanggan.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sejumlah pedagang mulai mengeluhkan lonjakan harga kantong plastik yang terjadi dalamCatatan beberapa waktu terakhir.
Tidak main-main, kenaikan harga mencapai hampir 100 persen atau dua kali lipat dari harga normal.
Karyawan Toko Plastik dan Bahan Kue Berkah, Sleman, Astri mengatakan kenaikan harga plastik memang sudah terjadi sejak Ramadan lalu.
Namun kenaikannya masih tipis. Kenaikan signifikan baru dirasakan akhir Maret 2026 kemarin.
"Puasa kemarin naik tapi ya sedikit, setelah Lebaran terasa banget naiknya. Misalnya kresek itu awalnya harganya Rp6.000 terus jadi Rp8.500. Terus cup es teh jumbo itu dari harga Rp14.000 jadi Rp18.000, kalau yang tebal dari Rp19.000 jadi Rp 22.000," katanya, Senin (6/4/2026).
Ia menyebut, kenaikan harga kemasan plastik beragam, mulai dari Rp3.000 hingga Rp6.000 per pak.
Kenaikan harga ini tergantung jenis, ukuran, isi, serta kualitas barang. Namun yang mengalami kenaikan paling tinggi adalah produk thin wall.
Kenaikan harga kemasan plastik ini membuatnya bingung dalam menentukan harga, apalagi banyak pembeli yang mengeluh soal kenaikan harga ini.
"Banyak konsumen yang mengeluh, soalnya kalau menaikkan harga takut nggak ada yang beli,” katanya.
“Kalau mengurangi (stok kemasan plastik karena ada kenaikan harga) sih enggak, cuma kan kita jadi bingung jualnya berapa," ujar lanjut Astri.
Menurut dia, kenaikan harga membuat konsumen cenderung memilih produk lebih murah. Penjualannya pun masih stabil.
Pedagang plastik lainnya di Sleman, Budi Utomo mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik terjadi hampir di semua jenis.
"Hampir semua plastik naik. Omzet berpengaruh. Pengeluaran untuk modal sekarang juga jauh lebih besar dari biasanya," keluh Budi, Senin (6/4/2026).
Disampaikan Budi, kenaikan harga paling signifikan adalah wadah plastik jenis cup atau gelas plastik.
| Mencari Alternatif Impor Bahan Baku Plastik di Luar Timur Tengah: Tantangan di Depan Mata |
|
|---|
| Pedagang Jajanan di Jogja Sambat Harga Plastik Meroket, Untung Makin Tipis |
|
|---|
| Penjual Siomay di Jogja Menjerit : Plastik Naiknya Kebangetan |
|
|---|
| Mengakali Lonjakan Harga Plastik, Pedagang Kecil di Yogyakarta Pilih Pangkas Keuntungan |
|
|---|
| Pedagang Es Teh Jumbo di Wates Kulon Progo Terpaksa Naikkan Harga, Imbas Mahalnya Plastik Kemasan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Mengakali-Lonjakan-Harga-Plastik-Pedagang-Kecil-di-Yogyakarta-Pilih-Pangkas-Keuntungan.jpg)