Trah Sri Sultan HB II Minta Prabowo Perjuangkan Pemulangan Aset Jarahan Geger Sepehi

Perwakilan Trah Sri Sultan HB II, Fajar Bagoes Poetranto, mengatakan, peran serta pemerintah sangat dibutuhkan untuk memulangkan benda bersejarah

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. Disbud Kota Yogya
Tetenger peristiwa Geger Sepehi di kawasan Wijilan, Kota Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Trah Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mendesak pengembalian aset dan manusrip yang dijarah Inggris saat peristiwa Geger Sepehi 1812 silam.

Pihak keluarga pun mendorong pemerintah baru, di bawah komando Prabowo Subianto, yang notabene juga keturunan Sri Sultan HB II, untuk ikut memperjuangkannya.

Perwakilan Trah Sri Sultan HB II, Fajar Bagoes Poetranto, mengatakan, peran serta pemerintah sangat dibutuhkan untuk memulangkan benda-benda bersejarah itu.

Sehingga, ia berharap, Prabowo dan Kraton Yogyakarta dapat duduk bersama untuk membahas, serta memperjuangkan pemulangan aset dan manuskrip Sri Sultan HB II.

"Kami sangat berharap Pak Prabowo berjuang bersama kami untuk mengembalikan aset yang dijarah dalam peristiwa Geger Sepehi," tandasnya, Minggu (20/10/2024).

Keluarga Sri Sultan HB II sempat mendata, terdapat ratusan manuskrip, serta lebih kurang 57 ribu emas yang dijarah pasukan Inggris yang dipimpin Stamford Raffles.

Baca juga: Trah Sri Sultan HB II Dorong Pembentukan Komite Pemulangan Manuskrip Kuno yang Dirampas Inggris

Selain itu, pihaknya menemukan data baru, di mana ada sejumlah koin perak yang jika dirupiahkan nilainya mencapai 8,36 triliun lebih, yang turut serta dijarah.

"Kemudian, ada harta-harta lainnya yang jumlahnya bisa menyentuh 17 miliar. Maka, kami sangat berharap, presiden terpilih ikut berjuang bersama kami," ujarnya.

"Kami juga mendorong Sri Sultan HB II menjadi Pahlawan Nasional. Harpannya, ini masuk agenda besar dalam pemerintahan Pak Prabowo nanti, mengingat beliau juga keturunan Sri Sultan HB II," tambah Fajar.

Pihaknya pun mengapresiasi rencana dibentuknya Direktorat Repatriasi dan Preservasi di bawah naungan Dirjen Diplomasi Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI.

Menurutnya, rencana pembentukan Kementerian Kebudayaan dengan Direktorat Repatriasi dan Preservasi ini menjadi langkah yang baik untuk perjuangan trah Sri Sultan HB II.

"Dalam rangka menuntut pengembalian aset dan manuskrip milik eyang kami dan Prabowo Subianto, yaitu Sri Sultan HB II. Harus dikembalikan ke pihak keluarga," urainya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved