Lantik Pengurus Baru, Komnasdik DIY Soroti Isu Pendidikan Selama Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Acara tersebut menjadi ruang evaluasi dan proyeksi kebijakan pendidikan nasional setelah satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
Dok.Istimewa
SEMINAR - Jajaran pengurus Komnasdik DIY saat berfoto bersama narasumber seminar evaluasi pendidikan, Selasa (22/10/2025) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komunitas Mutu Pendidikan (Komnasdik) DIY menggelar pelantikan pengurus baru serta Seminar Pendidikan di Gedung DPD RI Perwakilan DIY, pada Selasa (21/10/2025). 

Acara tersebut menjadi ruang evaluasi dan proyeksi kebijakan pendidikan nasional setelah satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menyoroti konsistensi pemerintah dalam meletakkan pondasi sumber daya manusia (SDM) unggul melalui enam program prioritas utama.

Seminar ini turut menghadirkan Anggota DPD RI Dapil DIY, Ir Ahmad Syauqi Suratno, sebagai keynote speaker, yang menegaskan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan untuk akselerasi mutu pendidikan.

Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY, Bambang Hadi Waluyo, memaparkan hasil evaluasi kinerja Kemendikdasmen di tahun pertama yang dinilainya berada pada posisi baik dalam survei kinerja kementerian.

Keberhasilan ini, menurutnya, didorong oleh pelaksanaan enam program utama yang merupakan derivasi dari Asta Cita ke-4 Kabinet Merah Putih, yang secara spesifik menekankan penguatan sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, serta kesetaraan bagi semua.

Enam program prioritas yang diuraikan oleh Bambang Hadi Waluyo meliputi wajib belajar 13 tahun, revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, tes kemampuan kademik (TKA), makan bergizi gratis (MBG) dan penguatan pendidikan oarakter (PPK)

“Enam program ini merupakan penerjemahan dari Asta Cita ke-4 Kabinet Merah Putih yang menekankan penguatan sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, serta kesetaraan bagi semua,” jelas Bambang Hadi Waluyo.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu sorotan utama dalam upaya pemerintah membangun SDM unggul dari aspek kesehatan dan fisik. 

Bambang Hadi Waluyo menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk peningkatan mutu kualitas pendidikan.

“Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk menekan angka stunting dan memastikan anak-anak tumbuh sehat dan siap belajar," ujarnya.

Menurutnya, fokus pada kesehatan fisik ini dilihat sebagai prasyarat penting untuk mencapai keberhasilan akademis dan karakter.

Sementara Guru Besar FIK UNY, Prof Dr Djoko Pekik Irianto, memberikan perspektif yang berfokus pada kualitas keluaran (output) pendidikan. 

Dia mengingatkan bahwa keberhasilan program digitalisasi dan peningkatan mutu akademis harus dibarengi dengan penguatan moral dan etika, khususnya di tengah tantangan era kecerdasan buatan (AI)

“Pendidikan bukan hanya soal nilai dan angka, tetapi bagaimana membentuk karakter, kemandirian, dan kepekaan sosial siswa,” kata Prof DrnDjoko Pekik Irianto.

Menurut Prof. Djoko, peran guru sebagai pembentuk karakter tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi apapun, meskipun pemanfaatan AI untuk deep learning menjadi kebutuhan. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved