Pelantikan Prabowo dan Gibran

FULL Isi Pidato Pertama Presiden Prabowo Subianto setelah Dilantik Hari Ini Minggu 20 Oktober 2024

Berikut isi lengkap pidato pertama Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029.

|
YouTube Kompas TV
FULL Isi Pidato Pertama Presiden Prabowo Subianto setelah Dilantik Hari Ini Minggu 20 Oktober 2024 

TRIBUNJOGJA.COM - Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah resmi dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Minggu (20/10/2024).

Pelantikan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka digelar di Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Jakarta, Minggu, pukul 10:00 WIB. 

Pasangan Prabowo-Gibran ditetapkan sebagai pemenang Pemilihan Presiden 2024 (Pilpres 2024) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu (24/4/2024). 

Pasangan nomor urut 2 tersebut memperoleh suara sebanyak 96.214.691 atau 58,59 persen dari total suara sah nasional, dan memenuhi sedikitnya 20 persen suara di setiap provinsi yang tersebar di 38 provinsi.

Setelah pelantikan, Prabowo Subianto menyampaikan pidato perdananya selaku Presiden RI.

Baca juga: Pidato Prabowo setelah Dilantik Jadi Presiden RI: Pemimpin Harus Kerja untuk Rakyat

Baca juga: SAH, Prabowo Subianto Jadi Presiden ke-8 RI 2024-2029

Berikut isi utama pidato Presiden Prabowo Subianto dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Ri 2024-2029 setelah mengucapkan salam dan menyapa semua tamu undangan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pidato Pertama Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia (2024-2029)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato setelah dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato setelah dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024) (YouTube Sekretariat Presiden)

"Saudara-saudara sekalian, beberapa saat yang lalu, di hadapan majelis yang terhormat ini, di hadapan seluruh rakyat Indonesia, dan yang terpenting di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa Allah Subhanahu wa ta'ala, saya Prabowo Subianto dan saudara Gibran Rakabuming Raka telah mengucapkan sumpah untuk mempertahankan undang-undang dasar kita, untuk menjalankan semua undang-undang dan peraturan yang berlaku, untuk berbakti pada negara dan bangsa. Sumpah tersebut akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab dan dengan semua kekuatan yang ada pada jiwa dan raga kami.

Kami akan menjalankan kepemimpinan pemerintah Republik Indonesia, Kepemimpinan negara dan bangsa Indonesia dengan tulus dengan mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia termasuk mereka-mereka yang tidak memilih kami.

Kami akan mengutamakan kepentingan bangsa Indonesia, kepentingan rakyat Indonesia di atas segala kepentingan, di atas segala golongan, apalagi kepentingan pribadi kami.

Saudara-saudara sekalian, tantangan rintangan hambatan dan ancaman yang dihadapi oleh bangsa Indonesia di tengah dinamika dan pergolakan dunia tidak ringan. Saudara-saudara sekalian, kita paham kita mengerti, bahwa karunia yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa kepada kita sungguh sangat besar dan sungguh sangat beragam. Kita memiliki luas wilayah daratan dan lautan yang sangat besar, kita memiliki kekayaan alam yang sangat besar, kita mengerti bahwa sumber alam ini terdiri dari sumber-sumber alam yang sangat penting untuk kehidupan manusia di abad ke-21 dan seterusnya. 

Namun di tengah segala karunia tersebut, di tengah segala kelebihan yang kita miliki yang memang membuat kita harus menghadapi masa depan dengan optimis, tetapi kita pun harus berani untuk melihat hambatan tantangan rintangan ancaman dan kesulitan yang ada di hadapan kita.

Saya selalu mengajak saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air untuk menjadi bangsa yang berani, bangsa yang tidak takut tantangan, bangsa yang tidak takut rintangan, bangsa yang tidak takut ancaman.

Saudara-saudara sekalian, sesungguhnya sejarah kita adalah sejarah dengan penuh kepahlawanan, penuh pengorbanan, penuh keberanian, tidak hanya pemimpin-pemimpin, tapi keberanian rakyat kita menghadapi segala tantangan bahkan invasi-invasi dari bangsa lain.

Saudara-saudara sekalian, kita paham dan kita mengerti bahwa kemerdekaan kita bukan hadiah, kemerdekaan kita, kita dapat dengan pengorbanan yang sangat besar. Saudara-saudara sekalian dan kita harus paham dan ingat selalu pengorbanan yang paling besar adalah pengorbanan dari rakyat kita, dari rakyat kita yang paling miskin, “wong cilik” yang berjuang yang memberi makan pada pejuang-pejuang.

Janganlah kita lupa waktu kita perang kemerdekaan kita tidak punya anggaran, kita tidak punya APBN, pasukan kita tidak digaji. Siapa yang memberi makan kepada kita? Yang beri makan adalah para petani di desa-desa, yang beri makanan adalah para nelayan, yang beri makan adalah para pekerja, terus-menerus mereka yang mendirikan Republik Indonesia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved