Pelantikan Prabowo dan Gibran

Pelantikan Prabowo Subianto Disambut Demonstrasi di Sekitaran Gedung Agung Yogya

Massa yang tergabung dalam Aliansi Parade menggelar aksi demonstrasi di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Minggu (20/10/24).

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Azka Ramadhan
Suasana aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Parade di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Minggu (20/10/24). 

TRIBUNJOGJA.COM - Massa yang tergabung dalam Aliansi Parade menggelar aksi demonstrasi di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Minggu (20/10/24).

Aksi tersebut, digelar untuk merespons pelantikan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pada pagi tadi.

Koordinator aksi, Sirillus Maximilian, menandaskan, melalui demonstrasi tersebut, pihaknya hendak menyuarakan berbagai keresahan yang dipendam oleh rakyat.

Rentetan keresahan itu, dituangkannya melalui poster maupun spanduk yang dipasang di pagar, hingga trotoar sisi timur Istana Presiden, atau Gedung Agung Yogyakarta.

"Kami mencoba menciptakan aksi atau gerakan yang santai, tidak seperti biasanya. Memperkenalkan, bahwa tidak selamanya aksi itu anarkis, menyebabkan kerusuhan," tandasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya pun sengaja memberikan ruang bagi para seniman, yang rata-rata menyajikan karya-karya yang mengandung kritikan tajam.

Maxi menyebut, salah satu persoalan yang menjadi highlight dalam aksi ini adalah penghianatan terhadap demokrasi yang dilakukan oleh Joko Widodo.

"Maka, banyak poster karya seniman yang menggambarkan hal tersebut. Kedua, nepotisme yang coba dibuka lagi oleh Jokowi. Harapannya, itu tidak dilanjutkan oleh presiden terpilih, yang dilantik hari ini," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, aksi di sekitaran Gedung Agung Yogyakarta itu sekaligus menjadi peringatan untuk pemerintahan baru di bawah komando Prabowo Subianto.

Menurutnya, warga masyarakat Yogyakarta dari berbagai elemen, senantiasa memberikan sorotan tajam terhadap gerak-gerik penguasa.

"Kami mencoba memberikan argumentasi, kalau rakyat Yogya bersepakat menjadi oposisi yang mengawal pemerintahan Prabowo, yang belum tentu juga akan berjalan baik," ucapnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved