GLOBAL VIEWS 

Amerika Semakin Dekati Perang Terbuka Lawan Rusia

Washington akan mengizinkan Ukraina menggunakan rudal jarak jauh ATACMS guna menyerang target jauh di wilayah Federasi Rusia.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
ABC News
Rudal jarak jauh ATACMS yang dikirimkan AS ke Ukraina 

Pernyataan Putin muncul saat ia menghadiri acara peluncuran latihan maritim terbesar yang pernah digelar Rusia sepanjang sejarahnya.

Bagi Putin, Moskow sekarang harus siap menghadapi perkembangan apa pun di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Rusia mesti memberikan perhatian khusus untuk terus menerus memperkuat hubungan dengan negara-negara sahabatnya.

Ilustrasi uji coba rudal Rusia.
Ilustrasi uji coba rudal Rusia. (Sputnik via Russian Today)

Rusia menggelar latihan militer maritim bertajuk Ocean-2024, dijadwalkan berlangsung hinga 16 September melibatkan kontingen militer dari Tiongkok.

Menurut Panglima Angkatan Laut Rusia Laksamana Aleksandr Moiseev, empat kapal dan 15 pesawat dari Tentara Pembebasan Rakyat ikut serta dalam latihan itu.

Upaya Rusia menghadapi agresifitas Amerika dan NATO dilakukan di berbagai Kawasan dari Asia, Afrika hingga Amerika Selatan.

Kapal-kapal perang Rusia menjalankan misi penjelajahan global ke Kuba, Venezuela, dan berbagai negara di benua Amerika.

Di Afrika, Rusia mulai menguatkan pengaruhnya di Niger, Mali, Burkina Faso, dan berbagai negara yang berusaha melepaskan diri dari pengaruh hegemonic barat.

Prancis telah merasakan efek dari peruasan pengaruh Moskow itu di Niger saat pemimpin negara itu mendepak keluar militer yang dikirim Paris.

Begitu pula di Mali dan Burkina Faso. Prancis mengakhiri misi militernya karena sudah tidak dikehendaki pemerintah setempat yang berkuasa.

Gerak maju Rusia ini dijalankan Putin karena AS memiliki begitu banyak pangkalan militer di semua benua, dan berusaha meningkatkan control globalnya.

Putin menegaskan, Amerika Serikat tengah melakukan segalanya untuk mempertahankan dominasi militer dan politik globalnya, berapa pun biayanya, dengan memanfaatkan Ukraina dan berupaya menimbulkan kekalahan strategis bagi Rusia.

Washington telah mengirim lebih banyak pasukan ke Eropa, Arktik, dan Pasifik dengan dalih dugaan ancaman Rusia dan menangkal perluasan pengaruh Tiongkok.

Di Pasifik, Amerika Serikat bersama Inggris dan Australia telah meneken pakta militer AUKUS, dan akan diperluas ke Selandia Baru, Jepang, Korea, dan kemungkinan Filipina.

Indonesia juga dipandang strategis dan Pentagon dan Australia baru saja menggelar latihan militer Garuda Shield di Jawa Timur.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved