GLOBAL VIEWS 

Amerika Semakin Dekati Perang Terbuka Lawan Rusia

Washington akan mengizinkan Ukraina menggunakan rudal jarak jauh ATACMS guna menyerang target jauh di wilayah Federasi Rusia.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
ABC News
Rudal jarak jauh ATACMS yang dikirimkan AS ke Ukraina 

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika, Matt Miller, mengonfirmasi Blinken memang ke  Kiev tapi tidak akan mengumumkan perubahan kebijakan apa pun.

Media lain, Bloomberg mengutip pernyataan Blinken memberikan isyarat Washington mulai berubah pikiran ketika muncul klaim Iran memasok rudal balistik kepada Rusia.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer secara spesifik membicarakan isu rudal jarak jauh itu dalam pertemuan di Washington.

Blinken mengklaim Iran telah mengirimkan sejumlah rudal Fateh-360 yang tidak disebutkan jumlahnya ke Rusia.

Iran sudah membantah tuduhan tersebut, bersikeras Teheran tidak mendukung salah satu pihak dalam konflik Rusia-Ukraina.

Komandan militer Iran, Fazlolag Nozari menyebut tuduhan itu perang psikologis yang dilancarkan kekuatan barat dan musuh Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Nasser Kanaani mengatakan mereka yang menuduh Iran adalah para eksportir senjata terbesar ke satu pihak dalam perang di Ukraina.

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menyatakan barat kini terlibat konflik Ukraina sampai ke ujung telinganya.

Hingga 27 Agustus, Pentagon menyatakan bahwa kebijakannya tentang penggunaan senjata jarak jauh tidak berubah.

Ini terjadi sebelum Menteri Pertahanan Ukraina Rustem Umerov dan Kepala Staf Vladimir Zelensky, Andrey Yermak, mengunjungi Washington.

Kehadiran mereka di Pentagon termasuk menjelaskan daftar target Rusia yang ingin dihancurkan oeh Ukraina menggunakan rudal jarak jauh kiriman barat.

Ukraina telah berulang kali meluncurkan pesawat nirawak hingga ke Moskow, dan salah satunya jatuh di atap Kremlin pada Mei 2023.

Pekan ini sebuah pesawat nirawak Ukraina menghantam sebuah bangunan tempat tinggal di Moskow, menewaskan satu warga sipil dan melukai tiga orang.

Bagi Presiden Rusia Vadimir Putin, kini semakin jelas tindakan-tindakan agresif Amerika Serikat dan sekutunya mengancam arsitektur keamanan global dan keseimbangan kekuatan dunia.

Washington dan barat berusaha mempertahankan dominasi atau hegemoninya di dunia dengan cara apa pun.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved