Madrasah Muallimat Yogyakarta Lolos Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia
Program itu bertujuan untuk menciptakan kemitraan kolaboratif yang berkelanjutan antara sekolah-sekolah Indonesia dan Australia
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Madrasah Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta dinyatakan lolos menjadi peserta Program Kemitraan Sekolah BRIDGE (Building Relationships through Intercultural Dialogue and Growing Engagement) antara Australia-Indonesia.
Program itu bertujuan untuk menciptakan kemitraan kolaboratif yang berkelanjutan antara sekolah-sekolah Indonesia dan Australia, untuk menyediakan akses pengetahuan dan keterampilan pedagogis baru bagi para pendidik di kedua negara.
Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) pun sudah dilakukan Direktur Madrasah Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta, Unik Rasyidah, di Studio Kieta Gedung Cyber Jakarta Selatan, pada 8 Agustus 2024 silam.
Ia menjelaskan, ada 1.800 aplikasi sekolah yang mendaftar dari seluruh Indonesia, namun yang dinyatakan lolos hanya 10 sekolah atau madrasah tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA.
"Kami bergabung dalam Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia dan kemitraan dengan sekolah di Australia, dalam rangka mengembangkan madrasah yang lebih modern dan internasional, membentuk kemitraan sekolah yang berkelanjutan dan komunitas pelajar internasional," katanya, Rabu (14/8/2024).
Menurutnya, kegiatan BRIDGE akan mengkolaborasikan pembelajaran, teknologi dan kebudayaan, yang tentu akan semakin menambah wawasan dan pengalaman bagi guru dan peserta didik.
Baca juga: Optimis Tepat Waktu, Capaian Pekerjaan Fisik Program TMMD Kota Yogya Sentuh 98 Persen
Harapannya, tenaga pengajar pun bisa mengeksplorasi praktik pembelajaran baru dan penggunaan teknologi untuk menghubungkan pembelajaran di kelas dengan dunia luar.
"Program kemitraan ini tentu akan meningkatkan kolaborasi dalam berbagai bidang antara Muallimat dengan sekolah mitra. Melalui BRIDGE ini, juga akan mempertemukan Muallimat dengan sekolah-sekolah di Australia. Pastinya, akan meningkatkan kompetensi di Muallimat dan akan berdampak baik bagi peserta didiknya," ungkapnya.
Proses panjang pun telah dilalui untuk menjalin kemitraan ini, antara lain seleksi administrasi mengisi form pendaftaran dan motivasi mengikuti program bridge, seleksi wawancara kepala sekolah dan komite.
Dilanjutkan Tes Bahasa Inggris, Psikologi Tes dan Wawancara untuk 4 guru yang dinominasikan. Pada akhirnya hanya lolos dua guru dari tiap sekolah.
Dua nama guru dari Madrasah Muallimat adalah Elpin Eliana, M.Pd. dan Dwi Setiyawan, M.Pd, yang didorong bisa mengembangkan mutu pendidikan.
"Dengan mengikuti program BRIDGE ini kami ingin meningkatkan keterlibatan dalam kancah internasional untuk menghasilkan peserta didik yang berkarakter dan berwawasan global," kata Dwi Setiyawan. (*)
| STIPRAM Yogyakarta Buka Peluang Ekspansi ke Australia dan Singapura |
|
|---|
| 5 Kota di Dunia yang Memiliki Kualitas Udara Paling Bersih dan Segar |
|
|---|
| Gelar Career Day, Madrasah Muallimat Yogyakarta Ajak Siswi Petakan Masa Depan Sejak Dini |
|
|---|
| Genjot Kemampuan Siswa Berbahasa Inggris, Kunjungan Tamu Luar Negeri Menjadi Motivasi |
|
|---|
| Pemda DIY Siapkan Strategi Pulihkan Jumlah Kunjungan Wisatawan Asal Australia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Program-Kemitraan-Sekolah-BRIDGE.jpg)