5 Kota di Dunia yang Memiliki Kualitas Udara Paling Bersih dan Segar
Menurut laporan IQAir dan data tahunan dari WHO (World Health Organization), berikut 5 Kota di dunia dengan kualitas udara paling bersih dan segar.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Polusi udara di kota-kota besar seperti Jakarta kerap berada di level tidak sehat. Tak heran, kota dengan udara bersih sering dianggap sebagai tempat ideal untuk “memulihkan” kualitas hidup, baik untuk liburan maupun menetap.
Beberapa kota di dunia dikenal berhasil menjaga kualitas udaranya tetap bersih berkat kombinasi kebijakan lingkungan, tata kota, dan kondisi geografis.
Menurut laporan kualitas udara dunia dari IQAir dan data tahunan dari WHO (World Health Organization), berikut 5 Kota di dunia dengan Kualitas Udara Paling Bersih dan Segar.
1. Zurich, Switzerland
Swiss selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu negara dengan standar lingkungan tertinggi, dan Zurich menjadi contoh nyatanya. Kota ini secara konsisten masuk jajaran teratas kualitas udara terbaik di Eropa.
Kebersihan udara Zurich ditopang oleh sistem transportasi publik yang sangat efisien, pembatasan kendaraan pribadi, budaya bersepeda, serta keberadaan ruang terbuka hijau di hampir setiap kawasan kota.
Lokasinya yang dekat dengan Pegunungan Alpen juga turut berkontribusi menjaga sirkulasi udara tetap bersih.
2. Reykjavik, Islandia
Reykjavik hampir tidak memiliki polusi industri dalam skala besar. Letaknya yang terpencil di Atlantik Utara membuat kualitas udaranya sangat terjaga.
Sebagian besar kebutuhan listrik dan pemanas di Islandia berasal dari energi panas bumi (geothermal), sehingga emisi dari bahan bakar fosil nyaris tidak ada. Udara di kota ini dikenal sangat jernih, dingin, dan minim polutan.
Baca juga: 5 Rekomendasi Drakor Bertema Sporty, Ada Badminton dan Balet
3. Helsinki, Finlandia
Finlandia kerap disebut sebagai salah satu negara dengan udara terbersih di dunia, dan Helsinki menjadi cerminan keberhasilan tersebut. Kota ini dikelilingi oleh hutan lebat, garis pantai, dan perairan yang luas.
Pemerintah Helsinki juga menetapkan target ambisius untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di pusat kota, dengan fokus pada transportasi umum dan mobilitas ramah lingkungan.
Hasilnya, kualitas udara tetap terjaga meski kota terus berkembang.
4. Wellington, Selandia Baru
Wellington memiliki karakter unik sebagai kota pesisir yang terkenal berangin. Kondisi ini justru menjadi keuntungan besar bagi kualitas udara.
Angin laut yang konsisten membantu menyapu polutan, sementara jumlah penduduk yang relatif kecil serta kedekatan dengan taman nasional dan kawasan hijau membuat udara tetap segar. Aktivitas industri berat juga sangat terbatas di wilayah ini.
5. Canberra, Australia
Canberra dirancang sebagai kota administratif dengan konsep “Garden City”. Tata kotanya luas, rendah kepadatan, dan dipenuhi ruang hijau.
| Wisatawan Berburu Spot Foto di Tugu Yogyakarta saat Menjelang Malam |
|
|---|
| Akademisi Dilaporkan, Pakar Hukum Tata Negara UIN Sunan Kalijaga: Alarm Kemunduran Demokrasi |
|
|---|
| Pemkot Yogyakarta Bakal 'Lenyapkan' Kabel Udara, Siapkan Skema Ducting di 4 Zona Utama |
|
|---|
| Dorong Ekonomi Kerakyatan, Pemkab Magelang Wajibkan ASN Belanja di Warung Tetangga |
|
|---|
| Atasi Kemiskinan dan Krisis Air Bersih, Pemkab Bantul Usulkan Pembangunan SPAM ke Kementerian PU |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Zurich-Swiss.jpg)