Pemda DIY Siapkan Strategi Pulihkan Jumlah Kunjungan Wisatawan Asal Australia
Sejumlah strategi untuk memulihkan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara asal Australia ke DIY telah disiapkan Pemda DIY
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Pemda DIY menyiapkan sejumlah strategi untuk memulihkan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Australia
- Jumlah wisman Australia yang berkunjung ke DIY saat ini masih lebih rendah jika dibandingkan periode sebelum pandemi COVID-19.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berupaya memulihkan kunjungan wisatawan asing asal Auatralia untuk berkunjung ke DI Yogyakarta.
Sejumlah strategi untuk memulihkan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara asal Australia ke DIY telah disiapkan.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Imam Pratanadi, mengatakan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) Australia yang berkunjung ke DIY saat ini masih lebih rendah jika dibandingkan periode sebelum pandemi COVID-19.
"Kalau jumlah wisatawan Australia ke Yogya, turunnya cukup jauh. Sekarang hanya sekitar 26.000 wisatawan," katanya, Selasa (16/12/2025).
Dia menyampaikan, sebelum pandemi, wisatawan asal Australia sempat menjadi andalan karena yang berkunjung ke DIY hampir menyentuh 100 ribu orang per tahun.
Menurut Imam, salah satu faktor utama penurunan kunjungan tersebut dikarenakan terbatasnya aktivitas promosi langsung (direct selling) ke pasar yang menjadi titik kumpul wisatawan mancanegara, yakni Bali dan Bangkok.
Padahal, kedua wilayah tersebut selama ini menjadi pintu masuk strategis bagi wisatawan Australia maupun Eropa.
"Padahal, Bali itu 'kolam'-nya wisatawan mancanegara. Ketika kita melakukan 'direct selling' di sana, bukan hanya orang Bali yang melihat materi promosi kita, tapi wisatawan dari dunia, terutama market kita seperti Jerman, Prancis, Eropa, Amerika, dan kita harapkan juga Australia," kata Imam.
Baca juga: 11 Titik Kamera ETLE Terpasang di Sejumlah Ruas Jalan di DIY, Polisi Maksimalkan Tilang Elektronik
Dia menyebut pada 2025 Dispar DIY semula merencanakan promosi langsung ke Bali untuk menyasar pasar Australia.
Namun, keterbatasan anggaran membuat rencana promosi wisata tersebut dialihkan ke Bromo, Jawa Timur, melalui ajang Bromo, Brawijaya Travel Fair (BBTF).
"Tadinya tahun ini kita mau ke Bali, tapi karena anggarannya tidak mencukupi, kita ke Bromo, Jawa Timur. Sehingga mungkin sekali tidak seefektif kalau kita ke Bali," ujarnya.
Meski demikian, Imam menilai peluang pemulihan pasar wisatawan Australia masih terbuka.
Menurut dia, ke depan Dispar DIY kembali mempertimbangkan promosi langsung di Bali apabila kondisi fiskal daerah telah membaik.
"InsyaAllah di tahun-tahun yang akan datang, ketika fiskal sudah lebih baik, kita bisa paling tidak ke Bali untuk memastikan kita bisa memancing (wisatawan) dari sana," katanya.
Imam mengakui strategi promosi langsung dinilai lebih efektif karena menjangkau wisatawan lintas negara yang tengah berada di pusat-pusat pergerakan pariwisata internasional.
"Direct selling itu juga direct ke market. Jadi memang dari sisi efisiensi perjalanan dinas, kita sangat berkurang di situ," tutupnya. (*)
| PHRI DIY Dorong Pemerintah Daerah Gelar Event Berskala Nasional untuk Dongkrak Okupansi Hotel |
|
|---|
| Investasi DIY Capai Rp8,4 Triliun, Sri Sultan Ingatkan Bahaya Eksploitasi Ekologis Kawasan Selatan |
|
|---|
| Atasi Ketimpangan Struktural, Pemda DIY Akselerasi Investasi Berkelanjutan di Kawasan Selatan |
|
|---|
| Pemda DIY Tanggung Penuh Biaya Pemulihan Korban Little Aresha Daycare |
|
|---|
| Buntut Kasus Little Aresha, Sri Sultan HB X Instruksikan Penutupan Segera Daycare Tak Berizin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Pariwisata-Dinpar-DIY-Imam-Pratanadi-4112025.jpg)