Koalisi Partai Politik di Kulon Progo Jelang Pilkada 2024 Masih Dinamis
Tahapan Pilkada 2024 masih terus berlangsung, kemungkinan koalisi partai pun masih terbilang dinamis.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tahapan Pilkada 2024 masih terus berlangsung, kemungkinan koalisi partai pun masih terbilang dinamis.
Ketua Bapilu Golkar Kulon Progo, Muhammad Umar Maksun, mengatakan Golkar berkoalisi dengan enam partai lainnya, yaitu Gerindra, PKB, PAN, PKS, Nasem, dan PPP.
Meski sudah berkoalisi dengan enam partai tersebut, Golkar Kulon Progo tetap berkomunikasi dengan partai lain, seperti PDI Perjuangan.
“Semua peluang masih kami jajaki. Koalisi tujuh partai memungkinkan, tidak utuh lagi juga memungkinkan, pindah koalisi juga menungkinkan,” katanya, Rabu (14/08/2024).
Koalisi tidak hanya untuk pemenangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang diusung Golkar Kulon Progo, tetapi koalisi juga bertujuan untuk memastikan pemerintahan, eksekutif dan legislatif berjalan sejalan.
Menurut Umar, pemerintahan tidak akan efektif jika pemerintahan tidak sejalan.
Tidak hanya level kabupaten/kota, keselarasan juga harus tercipta dari pusat hingga daerah.
Untuk itu, saat ini pihaknya masih menunggu rekomendasi dari pusat.
“Bagaimanapun juga bupati kan kepanjangan tangan pemerintah Indonesia ini. Sehingga pusat (DPP Golkar) berkepentingan untuk menjaga ritme jalannya pemerintahan dari pusat sampai bawah berjalan dengan baik,” terangnya.
Pihaknya pun enggan mengungkapkan sosok yang akan diusung Golkar Kulon Progo.
Sebab rekomendasi masih belum ada. Ia mengakui sudah ada tiga orang yang mendaftar sebagai calon bupati dan 1 wakil bupati.
Baca juga: KPU Kulon Progo Harapkan Peran Aktif Masyarakat dalam Penyusunan Daftar Pemilih Pilkada 2024
Golkar Kulon Progo pun telah melakukan fit and proper test, melakukan wawancara, hingga survei.
Terlepas dari hal itu, Golkar mencari sosok pemimpin yang mampu menyejahterakan Kulon Progo.
Apalagi, APBD Kulon Progo paling rendah se-DIY, sehingga butuh sosok yang mampu membuat lompatan-lompatan agar APBD dapat dikelola secara optimal.
| DPW NasDem DIY: NasDem Adalah Partai Ideologis, Bukan Komoditas Transaksional |
|
|---|
| PKB Bantul Mulai Siapkan Kader Terbaik untuk Maju di Kursi Bupati dan Wakil Bupati |
|
|---|
| Tok, Dana Banpol di Sleman Resmi Naik Jadi Rp12 Ribu Per Suara, Siap Cair Pascaaudit BPK |
|
|---|
| Eko Suwanto Tekankan Pentingnya Ikatan Emosi dalam Pemilihan Langsung |
|
|---|
| Kesaksian Harda Kiswaya soal Dana Hibah Pariwisata Sleman dan Pilkada 2020 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Podkes-Tribun-Jogja-Pilkada-2024.jpg)