DPW NasDem DIY: NasDem Adalah Partai Ideologis, Bukan Komoditas Transaksional

Aulia menegaskan pemberitaan yang menyebut Partai NasDem akan diambil alih institusi lain, tidak benar.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
PERNYATAAN: Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu atau Juru Bicara DPW NasDem DIY, Aulia Reza Bastian (tengah) bersama jajarannya saat menyampaikan keterangan di Kantor Pemenang DPW NasDem DIY, Caturtunggal, Sleman, Yogyakarta, Selasa (14/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • NasDem DIY menegaskan isu pengambilalihan dan merger partai tidak benar.
  • Pemberitaan dinilai sebagai framing negatif untuk menjatuhkan marwah partai.
  • NasDem disebut tetap solid, perpindahan anggota dianggap hal wajar dalam demokrasi.

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu sekaligus Juru Bicara DPW NasDem DIY, Aulia Reza Bastian memberikan pernyataan tegas terkait beredarnya narasi yang dianggap mencoba mendegradasi marwah Partai NasDem. 

Pihaknya menyoroti adanya berita yang dinilai sebagai penggiringan opini atau framing yang menyebut seolah-olah Partai NasDem adalah entitas komersial yang dapat diambil alih atau dikelola layaknya perusahaan terbuka. 

Untuk jatuhkan marwah partai

Aulia menegaskan pemberitaan yang menyebut Partai NasDem akan diambil alih institusi lain, tidak benar. Apalagi  menganggap Ketua Umum Surya Paloh babak belur mengurus NasDem sehingga ada upaya merger dengan partai lain. Hal ini dianggap sebagai bentuk propaganda untuk menjatuhkan marwah partai. 

"Kita berpolitik seolah-olah partai NasDem ini didegradasi sebagai partai komersial saja. Artinya ya kami hadir hanya untuk kepentingan-kepentingan transaksional. Jadi wajar apabila ada kemarahan dari sabang sampai merauke terhadap tulisan-tulisan ini," kata Aulia, dalam konferensi pers di Kantor Pemenangan DPW NasDem DIY, Caturtunggal, Sleman, Yogyakarta, Selasa (14/4/2026). 

DPW NasDem DIY menyayangkan adanya pemberitaan yang dinilai tidak berimbang dan jauh dari fakta lapangan. Penggunaan judul yang dianggap bombastis dan menyudutkan sisi personal Ketua Umum itu dinilai hanya mengejar sirkulasi tanpa memedulikan edukasi politik bagi masyarakat. Sebab partai bergambar dua siluet kuning ini, sejak awal disebut memiliki perjuangan idealisme yang kuat mengusung restorasi Indonesia. Bukan partai yang berbasis menjual identitas tertentu.

Bahkan NasDem kini disebut terus tumbuh dan konsisten berjuang untuk menyehatkan demokrasi. Hal ini dibuktikan pada Pemilu 2024, NasDem mendapatkan kenaikan suara 14.660.516 atau 9,6 persen. 

"Kami merasa di-framing bahwa Partai Nasdem seolah-olah adalah partai yang hanya komersial yang di dalam benaknya itu hanya keuntungan-keuntungan semata. Tidak, kami berjuang, terutama di daerah, di DPW kami berjuang dengan keringat dan darah kami. Sehingga kami menjadi jajaran partai-partai yang besar di tanah air," katanya. 

Terkait sumber berita, Aulia mempertanyakan kredibilitas laporan investigasi tersebut yang dinilai tidak berimbang. Karena sepengetahuan dirinya, laporan tersebut tidak mengonfirmasi langsung kepada Ketua Umum NasDem, Surya Paloh. Hal ini dianggap sebagai upaya pembunuhan karakter terhadap figur pimpinan yang selama ini menjadi simbol pemersatu partai.

"Karena Nasdem itu adalah Surya Paloh dan Surya Paloh adalah NasDem," ujar dia. 

Nasdem Solid

Lebih lanjut, Aulia menegaskan Partai NasDem masih solid. Terkait fenomena anggota partai yang keluar lalu berpindah ke partai lain adalah hal biasa. Mengingat, banyak juga anggota partai lain yang juga masuk ke NasDem. Karena itu kondisi keluar-masuk anggota ini tidak bisa disimpulkan akan adanya friksi atau perpecahan internal. 

Aulia menjelaskan bahwa perpindahan keanggotaan partai adalah pilihan pribadi sebagai praktik demokrasi dan NasDem memiliki mekanisme sendiri untuk bisa sukses di internal keanggotaan. 

"Mereka yang pindah itu tidak melakukan tindakan pidana ataupun perdata. Itu pilihan-pilihan pribadi. Hari ini ada yang keluar, ada yang masuk, ya biasa. Ini satu kewajaran saja," ujar dia.(*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved