Pilkada Sleman 2024

Pilkada Sleman Diprediksi Muncul Dua Pasangan

Sejumlah pimpinan partai politik di Sleman hadir di Tribun Jogja Podcast, Road to Pilkada 2024, Kamis (8/8/2024).

Tayang:
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Hari Susmayanti
Dok Tribun Jogja
pilkada sleman 2024 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA  - Sejumlah pimpinan partai politik di Sleman hadir di Tribun Jogja Podcast, Road to Pilkada 2024, Kamis (8/8/2024).

Ngobrol politik yang dipandu Manager Video Tribun Jogja, Sigit Widya itu membahas dinamika politik di Sleman menjelang Pilkada 2024. 

Mengusung tema Pilkada Sleman, ke Mana Parpol Berlabuh? Akankah Terwujud Koalisi Gajah?

Hadir di antaranya Ketua DPC Gerindra Sleman, HR Sukaptana, Ketua DPD NasDem Sleman, Surana dan Ketua DPD Golkar Sleman, Janu Ismadi.

Kemudian ada Ketua DPC PPP Sleman, Untung Basuki Rahmat, Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPD PAN Sleman, Respati Agus Sasangka dan Bendahara DPC PDIP Sleman, Bambang Sigit Sulaksono.

Ketua DPC Gerindra Sleman, HR Sukaptana mengatakan, saat ini Koalisi Sleman Bersatu berganti menjadi Koalisi Sleman Baru.

KSB ini sudah ada sepanjang 2,5 tahun, berawal dari alat kelengkapan DPRD Sleman dan kemudian memunculkan jago yakni mantan Sekda Sleman, Harda Kiswaya.

Kemudian KSB berkomunikasi dengan PDI Perjuangan yang ternyata punya calon bupati yang sama, namun membawa nama Danang Maharsa yang merupakan wakil bupati incumbent.

Setelah melalui serangkaian rapat, akhirnya memutuskan Danang Maharsa sebagai calon wakil bupati. 

“Koalisi Sleman Baru sepakat memenangkan calon yang mendambakan pemimpin baru, dan asli putra daerah. Total ada 13 kursi dari 50 kursi DPRD Sleman,” ungkap Sukaptana.

“Jika Pak Harda menang maka akan linier, karena di pemerintahan pusat Gerindra yang menang (Prabowo Subianto),” tambahnya.

Sementara Ketua DPC PPP Sleman, Untung Basuki Rahmat mengatakan, bergabung ke koalisi tanpa mengusung nama, Ini karena dari sisi jumlah kursi memang tidak cukup untuk mencalonkan.

“Setelah berkumpul, kami bertanya siap calon yang akan diajukan. Kemudian, semua sepakat mendukung Pak Harda. Semua yang mendaftar di kami sudah diproses, dan akhirnya muncul nama Pak Harda,” jelasnya.

Ketua DPD Nasdem Sleman, Surana melihat, di Pilkada Sleman akan muncul dua pasangan calon. Ke depan, Nasdem akan mendukung posisi yang kuat guna mengatrol perolehan kursi ke depan.

“Kami punya mekanisme, usulan ke pusat harus berpasangan dan mempunyai data survei, semua yang akan menentukan DPP,” katanya..

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved