Sembung Batik Lendah Kulon Progo Ciptakan Karya Batik Kepulauan Indonesia dan 79 Garuda
Pemilik Sembung Batik, Bayu Permadi, mengatakan karya batik tersebut diberi nama Kepulauan Indonesia dan 79 Garuda.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Menurut Bayu, bagian paling sulit adalah membuat sketsa serta pewarnaan karena harus dilakukan secara teliti.
Karya ini menghabiskan sekitar 7 kilogram (kg) lilin atau malam serta 1 kilogram (kg) pewarna sintetis.
Setidaknya dibutuhkan biaya sekitar Rp 10 juta untuk pengadaan alat, bahan, hingga pengerjaannya.
"Kami memakai motif khas Jawa juga dalam karya ini, seperti motif Parang, Kawung, dan Sekar Jagad disertai ornamen bunga dan hewan," kata Bayu.
Ia menargetkan batik ini bisa diselesaikan dalam waktu 10 hari.
Saat selesai, nantinya batik tersebut hendak dibawa ke Ibukota Nusantara yang berada di Kaltim, untuk nantinya dipajang di sana.
Bayu ingin menunjukkan kehebatan budaya Indonesia dari karya batik ini.
Sekaligus menjadikannya sebagai harapan agar rakyat Indonesia semakin erat dalam persatuan dan kesatuan.
"Kami sebagai generasi penerus bangsa tentunya ingin Indonesia semakin mendunia lewat karya batik seperti ini," jelasnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop-UKM) Kutai Kartanegara, Taufiq Zulfianur mengatakan akan berkomunikasi dengan pengelola IKN terkait rencana pemasangan karya batik tersebut.
Menurutnya, karya itu tak hanya mewakili budaya salah satu suku saja, tetapi juga budaya dari seluruh Indonesia.
Apalagi warga Kutai Kartanegara juga terlibat dalam pembuatannya.
"IKN juga hadir untuk mewakili semua budaya yang ada di Indonesia, dan bisa diwujudkan lewat batik ini," ujar Taufiq.(*)
| Dinkes Kulon Progo Catat Sebanyak 261 Jemaah Calon Haji Berisiko, Perlu Pendampingan Penuh |
|
|---|
| Harga Minyak Goreng Melonjak, Pengusaha Kuliner di Kulon Progo Dilema Naikkan Harga |
|
|---|
| Harga Minyak Goreng di Pasar Kulon Progo Melonjak, Pasokannya pun Menurun |
|
|---|
| Persiapan Hotel Sebagai Asrama Haji DIY di Kulon Progo: 1 Kamar Diisi 3 Jemaah |
|
|---|
| Embarkasi Haji DIY di YIA Kulon Progo Diklaim Siap 90 Persen, Keberangkatan Perdana 21 April |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Proses-pembuatan-karya-batik-Kepulauan-Indonesia.jpg)