JOGJA HARI INI : Peluk Erat Orang Tua Korban Daycare

Mereka menyesal dan merasa berdosa, karena telah memasukkan anaknya ke lembaga penitipan yang ternyata berubah menjadi tempat penyiksaan.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati usai bertemu orang tua korban kekerasan Daycare Little Aresha. Ia berharap proses hukum berjalan serius dan menjadi prioritas aparat penegak hukum. Ia menyinggung kemungkinan penerapan pasal berlapis untuk menjerat pengelola penitipan anak di Umbulharjo 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 106 orang tua korban Daycare Little Aresha menuntut restitusi (ganti rugi) selain proses pidana. 
  • Hasil asesmen menunjukkan dampak psikis serius; anak-anak mengalami ketakutan pada ruang gelap dan kemunduran tumbuh kembang (stunting hingga trauma).
  • Pemkot Yogyakarta mengalihkan anak-anak korban ke 15 daycare resmi dengan biaya ditanggung selama 3 bulan. Yayasan pengganti menerapkan pendampingan ekstra (satu anak dijaga dua guru) untuk memulihkan rasa aman anak.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wajah murung masih menyelimuti para orang tua yang anaknya menjadi korban Daycare Little Aresha Yogyakarta.

Mereka menyesal dan merasa berdosa, karena telah memasukkan anaknya ke lembaga penitipan yang ternyata berubah menjadi tempat penyiksaan.

Hal itu terlihat saat para orang tua dari anak-anak korban Daycare Little Aresha melakukan audiensi persiapan pendampingan hukum dengan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti, di Godean, Sleman, Rabu (29/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah orang tua korban meluapkan emosi karena buah hatinya diperlakukan tidak manusiawi oleh lembaga yang janji di awal tampak manis sekali.

Para orang tua juga mengeluhkan anaknya yang sekarang mengalami trauma dan sakit.

Kini, mereka bukan hanya mendesak proses pidana terhadap para terduga pelaku penganiayaan, tetapi juga memperjuangkan restitusi sebagai kompensasi atas biaya medis dan trauma psikis yang tak ternilai harganya.  

Satu di antara orang tua korban, Sukirman menyampaikan, langkah ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban nyata dari pihak pengelola.

Mengingat, biaya yang dikeluarkan para orang tua untuk menitipkan anak di daycare tersebut tidaklah sedikit.

Akan tetapi, fasilitas yang didapatkan justru jauh dari yang dijanjikan, bahkan diduga telah berubah terjadi tempat penyiksaan.

"Jadi tuntutan kami selain ranah pidana tetap berjalan, tuntutan restitusi juga kami minta," katanya, Rabu (29/4/2026).

Sukirman mengungkapkan, para orang tua mengeluarkan biaya rata-rata antara Rp1,1 juta hingga Rp1,8 juta perbulan, tergantung paket yang diambil.

Penekanan terhadap restitusi ini, juga didasari atas biaya medis yang harus ditanggung orang tua karena kondisi anak sakit.

Warga Jetis, yang berdomisili di Umbulharjo ini membeberkan bahwa anaknya yang baru berusia satu tahun lebih harus menjalani tiga kali rawat inap atau opname di RS Hidayatullah hingga dirujuk ke RS Panti Rapih akibat kondisi fisik drop.

Ia menitipkan buah hati ke Little Aresha sejak usia 3 bulan. Tiga bulan berikutnya, anak sakit dan harus opname di RS.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved