tips kesehatan

Ternyata Banyak Makan Minum Manis Bisa Bikin Gampang Lapar, Ini Penyebabnya

Dengan banyak makan minuman manis, orang akan gampang lapar. Ketika tubuh merasa lapar, otomatis bawaannya ingin makan atau ngemil.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Iwan Al Khasni
IST
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Makanan dan minuman manis sangat digemari karena rasanya yang lezat dan kemampuan untuk memberikan energi cepat.

Namun dibalik kenikmatan tersebut, makanan dan minuman manis bisa berdampak buruk ke kesehatan, salah satunya adalah dapat menambah berat badan.

Pasalnya, dengan banyak makan minuman manis, orang akan gampang lapar. Ketika tubuh merasa lapar, otomatis bawaannya ingin makan atau ngemil.

Dilansir Tribun Jogja dari Kompas.con, Ahli gizi sekaligus Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS menjelaskan ketika seseorang makan dan minuman yang mengandung gula, tubuh akan menekan hormon leptin.

“Ketika hormon leptin itu ditekan, maka sebenarnya dia menghentikan rasa kenyang di dalam tubuh kita. Sehingga seolah-olah rasanya kita lapar terus,” ungkapnya.

Leptin adalah hormon dalam darah yang akan berjalan menuju otak. Tugasnya yaitu memberi tahu otak bahwa tubuh sudah mendapatkan nutrisi dan sumber energi yang cukup.

Dengan kata lain, leptin berfungsi untuk mengirimkan sinyal pada otak bahwa kita sudah kenyang.

Itulah mengapa setelah makan makanan manis, nanti perut akan merasa lapar lagi. Hal itulah yang membuat orang jadi ngemil semakin banyak.

Bila ini terus-terusan terjadi, yaitu ngemil dan makan tanpa henti, risiko obesitas atau kegemukan pun bisa menghantui siapa saja.

Obesitas sendiri adalah pencetus dari berbagai penyakit kronis. Mulai dari diabetes, penyakit jantung, hingga stroke.

Baca juga: Ini Bahaya Tidak Periksa Kehamilan Bagi Ibu Hamil dan Janin

Selain gampang lapar, artikel Kompas.com yang lain juga menulis akibat lain karena terlalu banyak makan minum manis, yakni :

Gampang marah


Perasaan murung, mudah tersinggung, gelisah, atau mudah marah bisa menjadi tanda tubuh kelebihan gula.

Sebuah penelitian menunjukkan, mengonsumsi gula tambahan dapat meningkatkan peradangan, memperburuk suasana hati, dan menyebabkan gejala depresi.

Makanan atau camilan tinggi gula tanpa protein dan lemak dengan cepat meningkatkan gula darah, tetapi saat tubuh terburu-buru memproses semuanya, tingkat energi akan menurun dan membuat Anda merasa lesu dan mudah tersinggung.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved