Nikmati Ilustrasiana dalam Bingkai Peace In Diversity di Bentara Budaya
Ilustrasiana kedua ini digelar tidak di satu tempat, setelah Jakarta pameran akan digelar di Yogyakarta.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bentara Budaya mempersembahkan pameran Ilustrasiana #2.
Setelah sukses dengan pameran Ilustrasiana #1 di tahun 2022, Bentara Budaya kembali menghadirkan Pameran
Ilustrasiana #2 dengan tema Peace In Diversity, yang tidak hanya berkolaborasi dengan seniman dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri.
Seperti pameran sebelumnya, Ilustrasiana kedua ini digelar tidak di satu tempat, setelah Jakarta
pameran akan digelar di Yogyakarta yang tentu saja komposisi karya pameran akan menarik karena
penambahan karya dari ilustrator yang berdomisili di Yogyakarta dengan tema yang sama, sehingga
penambahan karya ini memperkaya diversitas yang menjadi tema dari Ilustrasiana tahun ini.
Tema “Peace In Diversity” sendiri memiliki makna perdamaian dalam keberagaman. Perdamaian dan
keberagaman sendiri adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan layaknya api dan asap.
Jika terjadi perdamaian maka keberagaman pun akan hadir, dan begitu pula sebaliknya. Contohnya ketika terjadi peperangan, pastilah suatu golongan memerangi golongan lain, maka bisa dipastikan tidak diininkan
terjadi keberagaman di sana.
Namun, mengapa damai itu begitu sulit, sehingga perlu kekerasan, bahkan peperangan untuk
menciptakan kedamaian itu – yang rasanya tidak pernah terwujud, walaupun iya terwujud tidak akan
berlangsung lama, lantas bagaimana dong sikap kita seharusnya, apakah harus semuram dan pesimis
itu?
Pertanyaan itulah yang ditawarkan pada para ilustrator yang karyanya dipamerkan di sini.
Jika kita cermati lagi secara normatif, hampir semua ideologi, agama, atau norma di dunia ini
mengajarkan betapa pentingnya perdamaian. Perdamaian sendiri dikenal dalam banyak bahasa, seperti “perdamaian” dalam Bahasa Indonesia, “peace” dalam Bahasa Inggris, dan “salam” dalam bahasa Arab.
Meskipun begitu, perdamaian selalu merujuk pada satu konsep, yaitu perdamaian kurang lebih dimaknai sebagai kondisi kehidupan bersama yang tenang, baik, aman, tanpa tekanan, dan tanpa kekerasan. Sedangkan, kondisi tersebut hanya bisa dicapai jika terjadinya “diversity” atau keberagaman.
Kata diversity (diversitas) secara harafiah ditarik masuk dalam pameran ini dengan apa adanya. Maka
diversitas terlihat melalui corak, aliran, teknik presentasi dan lain sebagainya yang mengumpulkan
kembali kekhususan-kekhususan dalam ilustrasi, seperti seni gambar (drawing), seni kartun, doodle,
ilustrasi sekuensial dan lain-lain yang sebelumnya mengerucut ke dalam sub-sub untuk dalam khasanah
ilustrasi, maka oleh sebab itulah pameran ini bernama Ilustrasiana.
“Suarakanlah perdamaian, setidaknya di lingkungan sendiri dengan kapasitas dan bahasa masing-
masing.”
Semangat ini mendorong Bentara Budaya untuk memilih “Peace in Diversity” sebagai tema Pameran
“Ilustrasiana” hasil pilihan para kurator Bentara Budaya. Berbeda dari pameran Ilustrasiana
sebelumnya, kali ini cakupan kepesertaan ditingkatkan menjadi internasional dengan mengundang
ilustrator dari Malaysia, Jepang, Turki, Cina, Afrika Selatan, Belanda, Jerman, Perancis dan Kanada
untuk menampilkan hasil penafsiran mereka atas perdamaian, sehingga di pameran ini kita dapat
melihat arti keberagaman serta harapan dari para ilustrator melalui bahasa visual dan perspektif
mereka mengenai perdamaian dan keberagaman.
Beng Rahadian, penulis komik dan dosen didaulat oleh Bentara untuk kembali menjadi kurator tamu di
Iustrasiana, mengajak para seniman untuk merespon konsep kedamaian dalam bentuk karya masing-
masing.
“Mari terus memperjuangkan rasa damai melalui karya,” ujar Beng Rahadian.
Pameran ini diadakan sebagai respons terhadap situasi yang sering kali mengabaikan kedamaian atau memanfaatkan citra damai untuk kepentingan kekuasaan.
Secara keseluruhan tantangan dalam menjawab perdamaian itu sulit diwujudkan secara total. Impian itu nyaris menjadi utopia, angan-angan, mimpi.
| Pameran 'Jejak Kepahlawanan Sri Sultan HB II' Digelar di Jogja, Bakal Hadirkan Visualisasi Modern |
|
|---|
| Tren Konsumsi Jelang Lebaran Meningkat, Penjualan Elektronik di Jogja Melonjak Hingga 50 Persen |
|
|---|
| Pameran 'Smara Bawana', Refleksi 271 Tahun Perjalanan Spasial Kasultanan Yogyakarta |
|
|---|
| Gubernur DIY Harap JIFFINA 2026 Menjadi Pusat Produk Furnitur Eco-Lifestyle Global |
|
|---|
| Pameran Smarabawana: Sri Sultan HB X Sebut Tata Ruang Bukan Sekadar Tanah dan Bangunan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pameran-bentara-ok.jpg)