Pameran 'Jejak Kepahlawanan Sri Sultan HB II' Digelar di Jogja, Bakal Hadirkan Visualisasi Modern

Pameran bertajuk "Jejak Kepahlawanan Sri Sultan HB II" bakal digulirkan di Kota Yogyakarta pada 17-19 April 2026 mendatang.

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/AZKA RAMADAN
WARUNGBOTO - Situs Warungboto, salah satu bangunan bersejarah peninggalan Sri Sultan HB II yang hingga kini masih menjadi daya tarik pariwisata di Kota Yogyakarta. 

Ringkasan Berita:
  • Rencananya, pameran bertajuk "Jejak Kepahlawanan Sri Sultan HB II" bakal digulirkan di Kota Yogyakarta pada 17-19 April 2026 mendatang.
  • Tidak hanya untuk mengapresiasi sejarah, pameran ini sekaligus jadi motor penggerak dalam upaya memperkuat pengusulan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II sebagai Pahlawan Nasional. 
  • Kegiatannya ini pun cukup beragam, mulai dari pameran seni rupa, lomba film pendek, hingga bedah buku biografi yang mengulas sepak terjang sang raja.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pameran bertajuk "Jejak Kepahlawanan Sri Sultan HB II" bakal digulirkan di Kota Yogyakarta pada 17-19 April 2026 mendatang.

Selain ajang apresiasi sejarah, gelaran ini sekaligus jadi motor penggerak dalam upaya memperkuat pengusulan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II sebagai Pahlawan Nasional. 

Rangkaian kegiatannya pun cukup beragam, mulai dari pameran seni rupa, lomba film pendek, hingga bedah buku biografi yang mengulas sepak terjang sang raja.

​Istimewanya, kegiatan direncanakan mengundang sejumlah tokoh nasional penting, di antaranya Sri Sultan Hamengku Buwono X hingga Hashim Djojohadikusumo. 

Ketua Panitia, Dr. Ananta Hari Noorsasetya, S.Sn., M.Ikom., menandaskan, melalui pameran ini, warga masyarakat bisa melihat sisi lain dari kepemimpinan Sri Sultan HB II.

Memadukan artefak sejarah dengan visualisasi modern, pengunjung nantinya dapat menyaksikan lukisan, sketsa, hingga film dokumenter yang dikemas dalam tiga tema besar, yakni Arsitektur Karya HB II, Jejak Sang Adiwira, hingga Sosok Raja Jawa Lawan Kolonialisme.

"Sri Sultan HB II bukan sekadar pemimpin formal, beliau adalah simbol perlawanan intelektual dan fisik terhadap penjajahan. Event ini menjadi krusial untuk meluruskan sejarah dan mengembalikan martabat kepahlawanan beliau di mata dunia," katanya, Rabu (8/4/26).

Ia juga menyoroti bagaimana sepak terjang Sri Sultan HB II yang berhasil meletakkan dasar identitas visual bangsa dengan beragam warisan yang hingga kini masih eksis.

Oleh sebab itu, Ananta secara gamblang menyampaikan, bahwa raja dengan nama kecil RM Sundoro tersebut merupakan fashion designer pertama Indonesia.

​"Warisan desainnya, seperti ornamen Paduraksa hingga motif Manuk Beri, adalah DNA kreativitas yang kini diadaptasi oleh hotel mewah dan industri fashion modern. Mendukung HB II sebagai Pahlawan Nasional berarti kita mendukung kebudayaan sebagai kekuatan utama bangsa," tegasnya.

Lomba film pendek

Menariknya, panitia juga membuka ruang ekspresi bagi para generasi muda, khususnya dari kalangan pelajar dan mahasiswa, melalui lomba film pendek. 

Merespons inisiatif tersebut, sosok budayawan Romo Artha pun menyampaikan bahwa, keterlibatan anak muda ini sangat penting untuk mengenalkan perjuangan dan peninggalan HB II.

​"Seni adalah cara paling efektif untuk menyentuh hati anak muda. Melalui lukisan dan film, sosok Sri Sultan HB II tidak lagi terasa jauh di buku sejarah, dan terasa hidup sebagai inspirasi bagi kita untuk tetap berdaulat secara budaya," ungkapnya 

Senada, perwakilan Trah Sri Sultan HB II, Fajar Bagoes Poetranto, mengungkapkan, seluruh rangkaian pameran ini merupakan upaya mengenalkan kontribusi nyata sang raja kepada generasi masa kini.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved