Pilkada Kota Yogyakarta 2024
Warga Kota Yogyakarta Diajak untuk Awasi Proses Pemutakhiran Data Pemilih Pilkada 2024
Proses pemutakhiran data pemilih untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Yogyakarta masih berlangsung.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Proses pemutakhiran data pemilih untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Yogyakarta masih berlangsung.
Untuk itu, warga Kota Yogyakarta diajak untuk ikut mengawasi proses pemutakhiran data pemilih yang saat ini tengah berlangsung.
Tujuannya untuk melindungi hak pilih masyarakat di Kota Yogyakarta .
Komisioner Bawaslu Kota Yogyakarta , Siti Nurhayati mengatakan partisipasi masyarakat bukan hanya saat menyalurkan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) saja, tetapi juga mengawasi tahapan Pilkada dari awal sampai akhir. Termasuk pada tahapan pemutakhiran data pemilih.
“Pemutakhiran data pemilih menjadi tahapan yang paling krusial. Ini menjadi tahapan yang paling panjang dari tahapan Pilkada. Karena tidak hanya mencocokan dan meneliti data kependudukan pemilih, ada penyusunan, ada penetapan DPS (Daftar Pemilih Sementara), DPSHP (Daftar Pemilih Sementara Hasil Pemutakhiran), dan DPT (Daftar Pemilih Tetap),” katanya, Selasa (09/07/2024).
“Masyarakat harus ikut mengawal dari awal sampai akhir. Pemutakhiran data harus diawasi juga, supaya hak pilihnya tidak terlewatkan, memastikan keluarganya yang sudah punya hak pilih tercantumkan sebagai DPT. Kita bersama-sama harus mengawal Pilkada ,” sambungnya.
Dalam proses pemutakhiran data ini, Bawaslu Kota Yogyakarta juga ikut mengawasi pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan oleh panitia pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) bentukan KPU Kota Yogyakarta .
Ada dua metode pengawasan yang dilakukan yaitu pengawasan melekat dan uji petik.
Pengawasan melekat dilakukan dengan cara melekat dengan petugas Pantarlih.
Tujuannya untuk memastikan petugas melakukan tugasnya sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pantarlih ini kan harus door to door, harus ketemu orangnya, minimal bertemu dengan kepala keluarga. Jadi nggak boleh tu kerja dibalik meja. Misalnya ada ketua RT yang menjadi Pantarlih, kemudian karena sudah merasa mengenal warganya, terus menempel stiker coklitnya terakhir. Dari pengawasan kami, sebagian besar melakukan tugasnya sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur). Sementara yang belum, kami berikan saran perbaikan,” terangnya.
Sementara pengawasan dengan metode uji petik, dilakukan dengan mengambil sampel per kelurahan di Kota Yogyakarta yang sudah selesai coklit. Metode ini dilakukan untuk memastikan coklit yang dilakukan oleh Pantarlih sesuai.
Agar pengawasan optimal, maka pihaknya bersinergi dengan stakeholder terkait.
Mulai dari dinas sosial, bagian tata pemerintahan, dinas kependudukan dan pencatatan sipil, TNI/Polri, dan lain-lain.
Hasto Wardoyo Ditetapkan Jadi Wali Kota Yogya Terpilih, Ini Pesan dari Ketum PDIP Megawati |
![]() |
---|
Tidak Ada Sengketa di Pilkada 2024, KPU Kota Yogya Tunggu Arahan Pleno Penetapan Pemenang |
![]() |
---|
PROFIL Hasto Wardoyo, Walikota Terpilih di Pilkada Kota Yogyakarta 2024, Harta Kekayaan Rp 5,62 M |
![]() |
---|
Hasto Wardoyo Beberkan Program 100 Hari Pertama di Kota Yogyakarta, Ini 3 Fokus Utamanya |
![]() |
---|
Sikapi Hasil Rekapitulasi Pilkada 2024 Tingkat Kota Yogya, PDIP: Terima Kasih Rakyat Jogja |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.