Berita Sleman Hari Ini
Nikah Massal di Sleman Diikuti 10 Pengantin, Sah Langsung Naik Andong
Setelah ijab dan sah mereka diarak menggunakan andong untuk mengikuti resepsi pernikahan yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ada pemandangan berbeda di Masjid Agung Suciati, Kabupaten Sleman pada Kamis (4/7/2024).
Sejumlah laki-laki dan perempuan tampak berhias, anggun berbusana adat tradisi.
Mereka adalah pasangan pengantin yang mengikuti program nikah massal yang digelar dalam rangkaian kegiatan milad atau ulang tahun ke-7 Majelis Taklim Al Fatimah Yogyakarta.
"Nikah massal yang bertajuk nikah bareng sakinah ini bertujuan untuk membantu pasangan yang kurang mampu agar dapat melaksanakan pernikahan secara sah yang diakui oleh agama dan negara," kata Ketua Majelis Taklim Al Fatimah Yogyakarta, Inung Marwoso.
Penyelenggaraan nikah massal ini, kata Inung, pihaknya bekerjasama dengan sejumlah pihak.
Antara lain Pemerintah Kabupaten Sleman dan Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia Kabupaten Sleman .
Kemudian didukung oleh Fortais Indonesia Yogyakarta, Kementerian Agama Kabupaten Sleman, masjid Suciati dan DPC Harpi Sleman .
Ada 10 pasang pengantin yang mengikuti program ini.
Baca juga: 18 Pasangan Ikuti Nikah Massal di Kota Magelang, Paling Tua Ada yang Berusia 71 Tahun
Mereka mendapatkan fasilitas berupa biaya nikah, mahar, cincin kawin, rias makeup berikut busana tradisi dan hadiah.
Pasangan pengantin melakukan akad nikah di Masjid Suciati.
Prosesi ijab qabul dipimpin oleh Kepala KUA Sleman Muhammad Aris dan disaksikan langsung oleh Bupati Sleman beserta jajaran pejabat di Pemkab Sleman .
Setelah ijab dan sah mereka kemudian diarak menggunakan andong untuk mengikuti resepsi pernikahan yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman .
Bupati Sleman , Kustini Sri Purnomo mengucapkan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan nikah massal bagi warga Sleman .
Menurutnya, penyelenggaraan nikah massal sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya pasangan yang kurang mampu untuk melangsungkan pernikahan yang sah dan legal, baik secara adat, hukum dan agama.
"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang perlu kita dukung. Mengingat kegiatan ini sangat membantu masyarakat yang karena keterbatasannya belum bisa melaksanakan pernikahan sesuai peraturan pemerintahan yang berlaku," katanya.
| Hujan Deras Picu Banjir di Trihanggo, 5 Rumah Warga Terdampak Akibat Gorong-gorong Mampet |
|
|---|
| Puting Beliung Melanda Condongcatur Sleman, Sejumlah Rumah Warga Rusak |
|
|---|
| Keterangan Polisi soal Kecelakaan Beruntun di Sleman Hari Ini, Kerugian Ditaksir Rp 155 Juta |
|
|---|
| CERITA Fajarwati yang Kelak Tidak Akan Tidur di Bekas Kandang Sapi Lagi |
|
|---|
| Sambut Natal, 20 Gereja di Sleman Jadi Prioritas Pengamanan Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Nikah-Massal-di-Sleman-Diikuti-10-Pengantin-Sah-Langsung-Naik-Andong.jpg)