Pemda DIY Turun Tangan Atasi Tumpukan Sampah di Kota Yogyakarta dan Sleman
Pemerintah DIY menyatakan kesiapannya untuk membantu mengangkut 923 ton tumpukan sampah di Kabupaten Sleman.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tak hanya Kota Yogyakarta yang berjibaku dengan tumpukan sampah, Kabupaten Sleman juga mengalami hal serupa.
Diperkirakan 923 ton sampah menumpuk di Sleman, seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Beny Suharsono.
Beny mengungkapkan bahwa timbunan sampah tidak hanya terjadi di Kota Yogyakarta yang mencapai 5.000 ton, tetapi Kabupaten Sleman juga memiliki tumpukan sampah sebesar 923 ton.
Sampah-sampah di Sleman nantinya akan dipindahkan ke TPA Piyungan.
"Hanya Kota (Yogyakarta timbunan 5 ribu ton). Setelah itu kami siapkan untuk Sleman. Sleman kan bukan berarti tidak ada, Sleman sudah muncul (timbunan sampah), minta 923 ton yang kami selesaikan," ujar Beny.
Pemerintah DIY menyatakan kesiapannya untuk membantu mengangkut 923 ton tumpukan sampah di Kabupaten Sleman.
Namun, mereka masih menunggu 5.000 ton tumpukan sampah di Kota Yogyakarta selesai diangkut ke TPA Piyungan terlebih dahulu.
"Kami sanggupi setelah kota ini teratasi. Jadi bertahap, kenapa Sleman kita tahan dulu sampai hari ke empat, karena Sleman masih punya peluang, wilayahnya masih cukup terbuka. Walaupun tidak pernah kami sarankan untuk di bakar. Kota (Yogyakarta) kan blas tidak punya lahan," ujar dia.
Baca juga: Tekan Pembuangan Sampah Organik, 36 Ribu Biopori Direalisasikan di Penjuru Kota Yogya
Pengangkutan tumpukan sampah di Kota Yogyakarta dijadwalkan selesai dalam 3 hari ke depan, dimulai dari kemarin. Pada hari keempat, barulah pengangkutan sampah di Kabupaten Sleman akan dimulai.
"Komitmennya tiga hari ini. Kami berharap sampah kota tergeser ke Piyungan mulai dari kemarin," ujar dia.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemda DIY mengambil langkah darurat untuk mengatasi timbunan sampah di Kota Yogyakarta yang mencapai 5.000 ton.
Ruang kedaruratan di TPA Piyungan dibuka selama 3 hari, dari 25 hingga 27 Juni 2024, untuk menampung sampah tersebut.
Beny Suharsono menegaskan bahwa kondisi darurat sampah ini harus segera ditangani.
Sampah yang menumpuk di depo-depo dan TPS di Kota Yogyakarta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan.
"Darurat ini yang harus diselesaikan. Ayo Pemkot bersama dengan kami (Pemerintah) DIY menyelesaikannya. Langkah jangka pendek kita geser dulu ke TPA Piyungan," ujar Beny.
Pemkot Yogyakarta harus segera mengangkut sebagian besar sampah yang menumpuk ke TPA Piyungan.
Baca juga: Sampah di Kota Yogyakarta Menggunung 5.000 Ton, Pemkot Janji Akan Bersihkan Depo dalam 3 Hari
Kapasitas pengolahan sampah di kota Yogyakarta yang masih terbatas menjadi penyebab utama penumpukan ini.
"5.000 ton tumpukan sampah itu kalau sudah berminggu-minggu, ulatnya sudah jalan kemana-mana dan air lindi juga sudah banyak. Maka mari kita bicara riil, kita harus tahu angka konkretnya. Kalau ditutupi data konkret jumlah sampahnya ya gak bisa. Upaya penanganan darurat ini Juni 2024 harus selesai," tegas Beny.
Beny menekankan bahwa tumpukan sampah bukan hanya karena libur panjang, tetapi merupakan masalah darurat yang harus segera diselesaikan.
"Bukan seperti yang disampaikan kalau libur, maka saya sampaikan masalah sampah di kota jogja ini darurat dan harus segera diselesaikan, maka Pemkot tolong ini selesaikan dan sebagai langkah darurat dilakukan pengangkutan dulu ke Piyungan dengan penggunaan ruang kedaruratan yang ada disana," tandas Beny.
Selain pengangkutan darurat, Pemkot Yogyakarta juga diminta untuk menyelesaikan pembangunan dan mengoptimalkan TPS3R Nitikan, Kranon, dan Karangmiri.
Hal ini sejalan dengan program desentralisasi sampah yang dicanangkan Pemda DIY.
"Kalau masalah sampah kota jogja ini diharapkan terselesaikan di akhir Juni dan juga fasilitas pengolahan bisa dikebut, kan akan teratasi dan residu bisa dikurangi, baru kita geser ke pengolahan menjadi partikel dan lainnya," tutup Beny. (*)
DIY Masuk Prioritas Pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik, Eksekusi Tunggu Pusat |
![]() |
---|
DIY Raih Tiga Kategori Penghargaan di Smart Province 2024, Kolaborasi Pemerintah–Swasta Ditekankan |
![]() |
---|
Pemda DIY Perkuat Ketahanan Pangan melalui Lima Strategi Utama |
![]() |
---|
Pemangkasan Subsidi Rp6,8 Miliar, Bus Trans Jogja Berpotensi Kurangi Jalur dan Jam Operasional |
![]() |
---|
Enam Embung Baru Diusulkan untuk DIY, Ini Daftarnya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.