Berita Jogja Hari Ini

Rupiah Terpuruk, MPBI DIY Desak Pemda DIY Lakukan Analisis dan Mitigasi Dampak

Koordinator Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY, Irsad Ade Irawan, angkat bicara terkait pelemahan rupiah terhadap dollar AS

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Koordinator Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY, Irsad Ade Irawan, angkat bicara terkait pelemahan rupiah terhadap dollar AS belakangan ini dan potensi PHK massal yang dikhawatirkan berdampak pada kesejahteraan buruh.  

Menurutnya, dampak pelemahan rupiah berpotensi mengganggu industri yang berbahan baku impor, seperti farmasi, petrokimia, pengolahan makanan, dan transportasi.

"Hal ini dapat menyebabkan lonjakan biaya produksi, berakibat pada defisit perusahaan dan potensi PHK. Nasib pekerja UMKM yang bergantung pada bahan baku impor pun terancam," terang Irsad.

Baca juga: DPUPKP Bantul Sedang Tangani 140 Unit RTLH pada 2024

Selanjutnya, pelemahan rupiah juga dapat mengurangi daya beli buruh, terutama untuk produk elektronik dan bahan pangan impor.

"Pemerintah harus mengelola dengan baik pelemahan rupiah terhadap dollar sehingga tidak berdampak negatif yg meluas bagi perekonomian keluarga buruh," ujarnya.

Meskipun belum ada laporan PHK massal di DIY, Irsad mendesak Pemda DIY untuk mengambil langkah proaktif.

Jika PHK terjadi, buruh berhak atas pesangon 100 persen. Selanjutnya, pemerintah harus menindaklanjuti nasib buruh dengan program JKP.

Lebih lanjut ia mengatakan, pemerintah perlu mengendalikan impor dan pasar bebas yang mengancam industri nasional, termasuk tekstil.

"Pertukaran yang tidak seimbang, defisit neraca perdagangan, perlu lebih diantisipasi dengan seksama," ujarnya.

"Pemerintah, Dirjen Bea Cukai, harus meningkatkan kerjanya dalam mencegah masuknya barang impor ilegal. Selain itu, Pemerintah, melalui Kedubes di LN,  bekerja lebih keras untuk mempromosikan produk Indonesia dan membuka pasar yang luas bagi barang/ produk Indonesia," tambahnya.

Irsad pun menuntut Pemda DIY untuk bersinergi dengan pemerintah pusat melindungi industri tekstil DIY dan produk-produknya dari ancaman barang impor murah dan atau impor ilegal

Serta, Pemda DIY dituntut bersinergi dengan serikat buruh dan asosiasi pengusaha untuk melakukan SWOT dan langkah-langkah mitigasi dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar

Pelemahan rupiah memang membawa dampak yang kompleks, namun dengan langkah-langkah proaktif dari pemerintah dan Pemda DIY, diharapkan dampak negatif terhadap buruh dapat diminimalisir.

Sinergi antara pemerintah, serikat buruh, dan asosiasi pengusaha juga sangatlah penting untuk merumuskan solusi yang tepat dan efektif. (HAN)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved