tips kesehatan
Mengenal Erotomania, Yakin Bahwa Orang Lain Mencintainya Padahal Tidak
Erotomania tidak hanya mengganggu pikiran penderitanya, tetapi juga bisa berdampak negatif pada orang lain.
Penulis: Santo Ari | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Erotomania adalah gangguan mental yang menyebabkan seseorang dihantui keyakinan kuat bahwa ada orang lain yang sedang jatuh cinta kepadanya, padahal hal tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.
Orang yang dicurigai bisa siapa saja, mulai dari kenalan hingga figur publik seperti selebriti yang kemungkinan besar belum pernah ditemui penderita erotomania.
Gejala utama erotomania adalah delusi atau waham, yaitu keyakinan yang kuat dan tidak berdasar realitas. Penderita erotomania akan terobsesi dengan orang yang diyakininya jatuh cinta tersebut.
Mereka akan menginterpretasikan hal-hal secara tidak objektif sebagai bukti cinta. Senyuman atau sapaan sekilas mungkin dianggap sebagai pesan tersembunyi, lirik lagu di radio diyakini ditujukan khusus untuk mereka, atau kejadian kebetulan dianggap sebagai pertanda cinta sejati.
Dilansir dari laman Alodokter Kemenkes RI, hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti seseorang mengalami erotomania. Namun, gangguan ini kemungkinan disebabkan oleh faktor genetik, psikologis, gaya hidup, dan faktor lingkungan.
Tidak hanya itu, erotomania juga sering muncul karena gangguan jiwa tertentu, seperti:
- Skizofrenia
- Gangguan bipolar
- Gangguan skizoafektif
- Depresi
- Gangguan kepribadian, misalnya borderline personality disorder
Beberapa penelitian juga menyatakan bahwa erotomania dapat terjadi sebagai cara seseorang untuk mengendalikan stres dan trauma berat yang dialaminya. Selain itu, penyakit otak juga bisa menimbulkan gejala erotomania, seperti tumor otak atau penyakit Alzheimer.
Baca juga: 5 Ciri Lingkungan Kerja Toxic dan Cara Menghadapinya
Erotomania tidak hanya mengganggu pikiran penderitanya, tetapi juga bisa berdampak negatif pada orang lain.
Mereka mungkin melakukan tindakan yang mengganggu privasi orang yang dicurigai, seperti kirim pesan atau telepon secara terus menerus, bahkan menguntit.
Dalam kasus yang parah, erotomania bisa berujung pada tindakan kekerasan.
Hal ini bisa terjadi karena penderita erotomania merasa cinta mereka tidak terbalas atau bahkan ditolak, yang memicu kemarahan dan dendam.
Mencari Jalan Keluar dari Labirin Erotomania
Erotomania dapat ditangani dengan pendekatan medis dan psikologis.
Pendekatan medis berupa pemberian obat-obatan antipsikotik untuk mengurangi delusi dan psikosis yang menyertai erotomania. Obat-obatan ini berfungsi mengatur neurotransmitter di otak agar kembali seimbang.
Erotomania
Gangguan Jiwa
gangguan mental
Penyakit gangguan mental
mental health
Bipolar
Skizofrenia
stalking
TribunEvergreen
| 7 Manfaat Kembang Kol bagi Kesehatan dan 3 Efek Sampingnya |
|
|---|
| Menggertakkan Gigi Saat Tidur: Pennyebab, Efek, dan Cara Mengatasinya |
|
|---|
| Makanan Aneh yang Ternyata Super Sehat, Kaya Nutrisi yang Terkandung di Dalamnya |
|
|---|
| Nasi Kemarin Sore Lebih Sehat untuk Cegah Gula Darah Naik, Ini Faktanya |
|
|---|
| Kentut Ternyata Bisa Jadi Indikator Kesehatan Usus yang Baik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Arti-Mimpi-Stalking-Mantan-Menguntit-Mantan-Pacar-Konon-Kabarnya-Anda-Masih-Ada-Hati-Dengannya.jpg)