Berita Kulon Progo Hari Ini

Petani Kulon Progo Dapat Bantuan Pompa dari Pusat untuk Antisipasi Kemarau

Para petani di Kulon Progo mendapatkan bantuan berupa pompa air untuk pengairan atau irigasi lahan pertanian. Bantuan tersebut diberikan

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Alexander Ermando
Beberapa alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor yang disalurkan oleh Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo pada Rabu (05/06/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Para petani di Kulon Progo mendapatkan bantuan berupa pompa air untuk pengairan atau irigasi lahan pertanian.

Bantuan tersebut diberikan sebagai antisipasi menghadapi musim kemarau di 2024 ini.

Sub Koordinator Seksi Produksi, Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo, Kirmi mengatakan bantuan pompa air banyak diberikan dari pemerintah pusat.

"Total ada 30 unit pompa air yang kami berikan ke petani dan bersumber dari APBN," jelasnya pada Kamis (06/06/2024).

Baca juga: Jelang Pilkada 2024 Kaesang Pangarep Beri Wejangan kepada Ketua DPW PSI DIY 

6 dari 30 unit pompa tersebut diberikan pada Rabu (05/06/2024). Selain dari APBN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo turut memberikan bantuan pompa air yang bersumber dari APBD.

Adapun Pemkab Kulon Progo menyalurkan sebanyak 6 unit pompa air dengan nilai kontrak Rp 57 juta. Selain itu, bantuan berupa traktor untuk pengolahan lahan juga disalurkan.

"Ada 6 unit traktor yang kami berikan, dengan total nilai kontraknya Rp 74,154 juta," kata Kirmi.

Ia mengatakan program bantuan alat mesin pertanian (alsintan) tersebut akan terus dilakukan. Namun bergantung pada alokasi yang tersedia dalam APBD.

Begitu juga dengan bantuan dari pusat. Menurut Kirmi, pihaknya terus berupaya mengusulkan bantuan alsintan dari pusat lewat pengajuan proposal.

"Sudah ada proposal yang masuk dan mungkin masih masuk daftar tunggu, tapi nanti akan kami usulkan lagi," ujarnya.

Kepala DPP Kulon Progo, Drajat Purbadi mengatakan keberadaan pompa air akan sangat bermanfaat bagi para petani. Terutama yang memiliki sawah tadah hujan seperti di Kapanewon Samigaluh.

Sebab di musim kemarau, mereka akan kesulitan mendapatkan air untuk irigasi. Kendala ini juga dialami para petani yang lahan pertaniannya berada di ujung Saluran Irigasi Kalibawang.

"Kalau ada pompa, para petani bisa mengambil air permukaan seperti dari sumur atau sungai untuk irigasi," jelas Drajat.(alx)
 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved