Berita Kesehatan

Waspada! Kurang Tidur Berisiko Terkena Stroke

Sebuah studi baru mengungkap bahwa masalah tidur dapat meningkatkan risiko seseorang terkena stroke.

|
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
freepik
Ilustrasi: Kurang Tidur Berisiko Terkena Stroke 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebuah studi baru mengungkap bahwa masalah tidur dapat meningkatkan risiko seseorang terkena stroke.

Masalah tidur dapat berupa tidur yang terlalu sedikit atau kurang dari lima jam, terlalu banyak tidur atau lebih dari sembilan jam, kualitas tidur yang buruk, kesulitan untuk tidur atau tetap tertidur, tidur siang yang berkepanjangan, serta mendengkur dan berhentinya pernapasan.

Dr. Stephen English, ahli saraf vaskular Mayo Clinic, menjelaskan mengapa kurang tidur dapat dikaitkan dengan stroke.

Tidur adalah sesuatu yang dilakukan orang sekitar sepertiga hidupnya dan untuk alasan yang baik.

“Ini sangat memulihkan kesehatan otak,” jelas Dr. English dari Mayo Clinic.

Manfaat Utama Tidur Pada Waktu Siang Hari  Bagi Kesehatan Tubuh
Manfaat Utama Tidur Pada Waktu Siang Hari Bagi Kesehatan Tubuh (Freepik)

“Tidur yang cukup membantu memastikan bahwa pembuluh darah dan sel-sel otak kita sehat dan dapat bertahan selama bertahun-tahun yang akan datang.”

Namun masalah tidur di malam hari bisa menimbulkan konsekuensi, termasuk meningkatkan risiko seseorang terkena stroke.

“Ketika seseorang mengalami gangguan yang berhubungan dengan tidur, seperti sleep apnea, mereka mengalami kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk,” jelasnya.

“Hal ini menyebabkan berkurangnya oksigen dan aliran darah ke otak. Dan hal ini dapat mengurangi atau membuat perubahan seiring berjalannya waktu yang berujung pada peningkatan risiko stroke atau gangguan kognitif akibat gangguan pembuluh darah ke otak,” kata Dr. English.

Dia mengatakan penting untuk menyadari bahwa kebersihan tidur, bersama dengan pola makan dan olahraga, adalah risiko yang dapat diubah, dan tidak ada kata terlambat untuk melakukan perubahan untuk mengurangi risiko tersebut.

“Semakin baik kita menjaga hal-hal mendasar bagi kesehatan kita, kita akan semakin yakin akan tekanan darah, diabetes, kolesterol tinggi, itulah faktor-faktor risikonya.

“Jika kita dapat mengubahnya, kita benar-benar dapat mengurangi risiko kita dalam jangka panjang," kata Dr. English.

Ilustrasi penyakit stroke oleh BHF UK
Ilustrasi penyakit stroke oleh BHF UK (DOK. British Heart Foundation)

Tanda-tanda stroke

Bulan Mei adalah Bulan Peduli Stroke, dan Dr. English mengatakan penting untuk mengetahui tanda-tanda seseorang mungkin mengalami stroke dan memerlukan evaluasi darurat.

Gunakan akronim atau kependekan FAST atau Face-Arm-Speech-Time untuk membantu mengingat tanda-tanda peringatan.

  • Face: Wajah
    Apakah wajah terkulai ke satu sisi ketika orang tersebut mencoba tersenyum?
  • Arm: Lengan
    Apakah salah satu lengannya lebih rendah ketika orang tersebut mencoba mengangkat kedua lengannya?
  • Speech: Bicara
    Bisakah orang tersebut mengulangi kalimat sederhana? Apakah ucapannya tidak jelas atau sulit dimengerti?
  • Time: Waktu
    Selama stroke, setiap menit sangat berarti. Jika Anda melihat tanda-tanda ini, hubungi 911 atau keadaan darurat setempat.
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved