Ini Alasan Prabowo Minta Pendukungnya Batalkan Aksi di Depan MK

- Pendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berencana untuk menggelar aksi damai di depan gedung Mahkamah Konstitusi

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.com/Rahel
Capres Pemenang Pilpres 2024, Prabowo Subianto di rumahnya yang ada di Kawasan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (10/4/2024) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Pendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berencana untuk menggelar aksi damai di depan gedung Mahkamah Konstitusi pada Jumat (19/4/2024) hari ini.

Namun sehari sebelum aksi digelar, Prabowo Subianto meminta kepada para pendukungnya untuk membatalkan rencana aksi damai tersebut.

Permintaan Prabowo itu disampaikan melalui rekaman video.

Dalam permintaanya, Prabowo menyebut pembatalan aksi damai harus dilakukan demi menjaga kesejukan demokrasi dan persatuan.

"Saya Prabowo Subianto meminta dengan sungguh-sungguh kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya 96,2 juta rakyat Indonesia yang telah memilih pasangan Prabowo-Gibran untuk tidak melakukan aksi apapun di depan gedung Mahkamah Konstitusi ataupun di tempat-tempat lain, apalagi di jalanan. Demi menjaga kesejukan demokrasi, menjaga persatuan dan keutuhan bangsa, menjaga kerukunan antar seluruh rakyat Indonesia," ujar Prabowo dalam keterangan videonya, Kamis (18/4/2024) malam seperti yang dikutip dari Kompas.com.

 "Berkali-kali saya ingatkan dengan kerukanan di antara kita dengan rasa persatuan dengan kearifan dengan kesejukan Indonesia akan mencapai cita-cita bangsa," sambungnya.

Dalam videonya, Prabowo juga menyampaikan kemenangan di Pilpres 2024 dengan meraih 58 persen suara merupakan kerja keras dari berbagai pihak.

Kemudian Prabowo juga menyebut tuduhan penggunaan bansos dan pengerahan aparat hukum untuk memenangkan Prabowo-Gibran tidaklah benar.

 "Kami memahami, bahwa tuduhan yang sangat kejam yang ditujukan kepada pasangan Prabowo-Gibran dalam memenangkan kontestasi demokratis ini, di mana kami dituduh menggunakan cara-cara yang curang dengan menggunakan bansos, maupun aparat penegak hukum. Kita sadari bersama bahwa itu adalah tuduhan yang tidak mendasar," jelas Prabowo. 

Maka dari itu, Prabowo memahami para pemilih 02 sangat terganggu dengan tuduhan tersebut. Prabowo meminta para pendukung yang sudah menggunakan hak pilih untuk tidak terpancing.

 "Tidak dapat diprovokasi oleh siapapun, apalagi pihak-pihak yang menginginkan terjadi sesuatu yang menimbulkan suasana yang tidak sejuk dan suasana tidak tentram," imbuhnya. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved