Presiden Prabowo dan Sri Sultan HB X Dijadwalkan Hadiri Seminar Jejak Kepahlawanan Sri Sultan HB II

Kehadiran kedua tokoh besar ini akan memberikan bobot sejarah yang luar biasa bagi pengakuan kepahlawanan Sri Sultan HB II

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Dok. Pemda DIY
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X saat menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto, di Pangkalan TNI AU Adisutjipto, beberapa waktu lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Seminar Nasional bertajuk 'Jejak Kepahlawanan Sultan HB II' rencananya akan dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci bangsa.
  • Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X dijadwalkan turut menghadiri seminar tersebut.
  • Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengusulan gelar Pahlawan Nasional terhadap Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Upaya pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II memasuki babak baru yang semakin krusial.

Sebuah momentum besar tengah disiapkan melalui Seminar Nasional bertajuk "Jejak Kepahlawanan Sultan HB II" yang rencananya akan dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci bangsa.

​Tak tanggung-tanggung, Presiden RI Prabowo Subianto bersama Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X dijadwalkan hadir sebagai pembicara kunci dalam agenda tersebut.

​Selain kapasitasnya sebagai kepala negara, Prabowo memiliki kedekatan historis secara personal karena merupakan bagian dari keturunan atau trah Sri Sultan HB II.

​Perwakilan Trah Sri Sultan HB II, Fajar Bagoes Poetranto, menyebut, kehadiran kedua tokoh besar ini akan memberikan bobot sejarah yang luar biasa bagi pengakuan kepahlawanan leluhurnya tersebut.

​"Kehadiran Presiden Prabowo Subianto sangat dinantikan. Apalagi, beliau memiliki kedekatan historis sebagai bagian dari trah Sultan HB II," ungkapnya, Selasa (10/3/2026). 

Baca juga: Trah Sri Sultan HB II Desak Presiden Prabowo Tagih Janji Sejarah Peristiwa Geger Sepehi 1812

Syarat Administrasi

​Seminar nasional yang diinisiasi oleh Yayasan Vasiati Socaning Lokika tersebut, selaras rencana bakal diselenggarakan secara hybrid, atau perpaduan daring dan luring.

Kegiatan dirancang sebagai langkah strategis untuk merampungkan naskah akademik, yang merupakan syarat administrasi terakhir sebelum diajukan ke Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

​"Acara ini direncanakan mengundang tokoh nasional, termasuk Bapak Presiden Prabowo dan Sri Sultan Hamengku Buwono X. Fokus utamanya adalah membedah konsistensi Raden Mas Sundoro dalam menentang kolonialisme, termasuk peristiwa Geger Sepehi tahun 1812," paparnya.

Dukungan Masyarakat

​Seiring dengan rencana besar di tingkat nasional, pihaknya pun mengungkapkan, gelombang dukungan dari masyarakat bawah dewasa ini semakin tak terbendung. 

Warga Desa Pagerejo, Wonosobo, imbuhnya, secara kompak mulai mengabadikan nama kecil sang Sultan, Raden Mas Sundoro, pada berbagai aset vital di desa mereka.

​Melalui Musyawarah Desa (Musdes) yang dihadiri tokoh adat, agama, dan perangkat desa, Pemerintah Desa Pagerejo resmi menamai Gedung Serbaguna dan Gedung Kesenian mereka dengan nama Raden Mas Sundoro.

​Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, mengingat secara historis Dusun Pagerotan di Desa Pagerejo merupakan tempat kelahiran Sri Sultan HB II.

Lebih lanjut, Fajar bilang, Sri Sultan HB II atau Raden Mas Sundoro tercatat dalam tinta emas sejarah sebagai raja Jawa yang paling konsisten menentang campur tangan kolonial, baik di era Belanda (Daendels) maupun Inggris (Raffles).

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved