Jelang Libur Lebaran, Pemda DIY Serahkan 50 Becak Listrik pada Tiga Koperasi Becak Malioboro
Becak kayuh bertenaga listrik tersebut diharapkan menjadi sarana angkutan wisata ramah lingkungan.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menjelang momen libur Lebaran 2024, Pemerintah DIY menyerahkan 50 unit becak kayuh bertenaga listrik kepada tiga koperasi becak Malioboro, Jumat (5/4/2024).
Becak kayuh bertenaga listrik tersebut diharapkan menjadi sarana angkutan wisata ramah lingkungan.
Sekda DIY, Beny Suharsono mengatakan becak bertenaga listrik itu didesain tanpa mengubah bentuk becak pada umumnya.
Tujuannya agar transportasi tradisional becak ini tetap lestari dengan sedikit sentuhan modifikasi.
"Becak kayuh bukan hanya transportasi tapi bagian tak terpisahkan dari Yogyakarta, simbol kota ini. Tapi budaya atau tradisi tak boleh stagnan, namun harus terus berinovasi agar tidak tertinggal zaman," katanya kepada awak media.
Harapannya, becak listrik tersebut bisa bertahap mensubtitusi kendaraan becak motor yang tak sesuai dengan aturan perundangan berlaku.
Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, mengatakan penyerahan becak kayuh tenaga listrik prosesnya cukup lama yakni 3 sampai 4 tahun yang lalu.
Saat ini sudah ada 50 unit becak yang diserahkan kepada pengemudi becak melalui 3 koperasi.
"Harapannya bisa menggantikan becak kayuh dan becak motor. Kami apresiasi Paniradya Kaistimewan yang concern memberikan anggaran. Ini dari Danais saya kira pas untuk dialokasikan ke sektor ini. Kalau becak motor melanggar hukum, ya ini solusinya becak kayuh bertenaga bantu listrik," lanjutnya.
Huda yang mengikuti proses produksi becak listrik mengatakan sebelumnya ada 16 prototipe yang akhirnya dipilih satu untuk produksi massal.
Tahap pertama ini ada 50 unit yang dibiayai Danais, dan nantinya akan diproduksi terus secara bertahap.
"Becak ini transportasi khas Jogja dengan moda tradisional harus kita pertahankan dengan manusiawi dan tak melanggar aturan," jelasnya.
"Becak ini dikembangkan sebagai sistem, nanti pengemudi bisa naik kelas ke wisata. Adanya becak listrik ini proyek idealis yang harapannya berjalan baik, sukses dan bisa membawa manfaat untuk masyarakat luas," sambung Huda.
Sementra Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan becak tenaga alternatif listrik merupakan upaya mensubtitusi becak motor yang tak sesuai aturan perundangan.
Ke depan harapannya bisa diproduksi lebih banyak lagi agar semangat low emisi bisa terwujud di kawasan pusat Kota Yogyakarta.
"Ini salah satu solusi untuk menggantikan becak motor. Mereka dapat ini, maka bentornya harus dikandangkan. Ini berproses, dan ke depan tak direkomen lagi becak motor. Pengalihan dengan becak listrik ini, 2025-2026 bisa terwujud Malioboro low emision zone," pungkasnya. (*)
| Ratusan Onthelis Berkostum Unik Serbu Malioboro, Pesta Sepeda Tua Warnai Rakernas KOSTI di Jogja |
|
|---|
| Draf Revisi Perda KTR: Merokok di Kawasan Malioboro Bakal Kena Denda Langsung |
|
|---|
| Pemda DIY Terapkan Pengawasan Hewan Kurban dengan Metode Skrining Tiga Lapis |
|
|---|
| Pemkot Yogyakarta Bakal Revisi Aturan KTR di Malioboro, Pelanggar Siap-siap Kena Denda di Tempat |
|
|---|
| Pemda DIY Nilai Program MBG Belum Mendesak bagi Mahasiswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penyerahan-becak-kayuh-listrik.jpg)