Update Gunung Merapi Terkini Gelontorkan Awan Panas Sejauh 1,7 Kilometer
Gunung Merapi di perbatasan DIY-Jateng, Rabu (3/4/2024) pagi menggelontorkan Awan Panas Guguran (APG) sejauh 1.700 meter dari puncak
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Gunung Merapi di perbatasan DIY-Jateng, Rabu (3/4/2024) pagi menggelontorkan Awan Panas Guguran (APG) sejauh 1.700 meter dari puncak.
Awan panas itu terjadi pukul 06.26 WIB, berlangsung selama 127,32 detik, mengarah ke sektor barat daya ke hulu Kali Bebeng dan Kali Krasak.
Arah angin saat kejadian ke barat, cuaca cukup cerah. Ini merupakan luncuran awan panas pertama setelah beberapa minggu terakhir aktivitas vulkaniknya cenderung melandai.
Dari foto dan video yang dirilis Balai Penelitian Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, luncuran abu vukanik bergumpal-gumpal menyusuri lereng barat daya.
Material itu berasal dari area paling aktif di kubah lava puncak barat daya, yang kini volumenya tercatat 2,066 juta meter kubik.
Volume kubah lava puncak barat daya ini menurun cukup ekstrem dalam dua pekan terakhir menyusul intensitas guguran material yang tinggi.
Secara visual bisa dilihat ada perubahan morfologi atau bentuk kubah lava barat daya, yang sebagian terlihat sudah terkelupas.
Dibandingkan volume kubah lava Tengah yang kini sekira 2,3 juta meter kubik, terjadi penurunan cukup ekstrem di kubah puncak barat daya ini.
Sebelumnya, volume kubah lava puncak barat daya lebih besar dibanding kubah lava yang tumbuh menjulang di Tengah kawah Merapi.
Baca juga: UPDATE Aktivitas Gunung Merapi Hari Ini Selasa 2 April 2024, Berikut Hasil Pengamatan BPPTKG
Kedua kubah lava ini terbentuk sejak 4 Januari 2020, atau dua bulan setelah status aktivitas vulkanik Merapi naik dari Waspada ke Siaga (Level III).
Data terakhir hasil analisis dan pengamatan BPPTKG Yogyakarta sepanjang 22-28 Maret 2024, aktivitas Merapi masih didominasi guguran dan kegempaan fase banyak.
Tidak tercatat ada perubahan signifikan terkait kembang kempis (deformasi) tubuh gunung paling aktif dan paling berbahaya di Indonesia ini.
Sepekan terakhir, gempa Vulkanik Dangkal (Vb) terpantau ada peningkatan cukup signifikan, yang menandai aktivitas magma di permukaan yang umumnya diakhiri keluarnya lava.
Masih tingginya aktivitas gunung berapi ini membuat status Merapi masih di posisi Siaga atau Level III, dengan berbagai rekomendasi yang belum berubah.
Radius bahaya utama terbagi di tiga sektor pada radius antara 3 hingga 7 kilometer dari puncak. Radius terjauh meliputi sektor bara daya dari puncak.
Update Aktivitas Gunung Merapi, Kamis 28 Agustus 2025: Tercatat 25 Kali Gempa Guguran |
![]() |
---|
Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava Sejauh 1,6 Km ke Arah Barat Daya |
![]() |
---|
Aktivitas Gunung Merapi, Kamis 21 Agustus 2025: Teramati 8 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya |
![]() |
---|
Aktivitas Gunung Merapi, Rabu 20 Agustus 2025: Teramati Ada 6 Kali Guguran Lava |
![]() |
---|
Krisis Air Bersih Empat Desa Lereng Gunung Merapi Wilayah Klaten |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.