Ini Alasan 13 Maret Jadi Hari Jadi DIY
Tanggal 13 Maret telah ditetapkan sebagai Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta, yang juga tertuang dalam Perda DIY Nomor 2 Tahun 2024
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Hari Susmayanti
Keistimewaan itu ada karena HB I yang mendirikan nagari Ngayogyakarta Hadiningrat. Sehingga semangat dan cita-cita Pangeran Mangkubumi harus terus dihidupkan.
"Peringatan ini (Hari Jadi DIY) menjadi warisan Pangeran Mangkubumi yang harus dilanjutkan sampai nanti. Pangeran Mangkubumi adalah raja yang luar biasa, keturunannya masih mewarisi kerajaan, paugeran yang masih dipakai 269 tahun. Termasuk kebudayaan yang menjadi jati diri khas, tidak ada yang menyamai," ungkapnya.
Ia menyebut Pangeran Mangkubumi memiliki banyak kemampuan, mulai dari pertanian, peternakan, hingga arsitektur.
"Tentu ini berdasarkan dari latihan yang lama, sejak kecil Pangeran Mangkubumi belajar menjadi petani, menyamar. Kemudian belajar dengan bekatik, karena tahu kuda saat ini adalah alat untuk perang. Sosok Pangeran Mangkubumi ini merdeka, tetapi disiplin. Meski pikirannya bebas, tetapi mengetahui batasan-batasan. Ini yang harus diteladani," ujarnya.
Anggota DPRD DIY, Dr. Stevanus Christian Handoko, S.Kom., M.M. menjelaskan DPRD DIY juga turut memberikan dukungan, yaitu dengan peraturan dan anggaran.
Disahkannya Perda No 2 Tahun 2024 tentang Hari Jadi DIY menjadi salah satu dukungan DPRD DIY. Dukungan anggaran juga diberikan, terutama untuk menyosialisasikan sejarah Hari Jadi DIY.
"Kami mendorong agar Pemda DIY untuk menyosialisasikan sejarah ini. Kalau yang sudah sepuh pasti mengetahui, tetapi untuk generasi muda ini kan harus tahu. Sehingga kami mendorong agar tidak hanya dengan cara konvensional, tetapi dengan metode yang lain, seperti podcast, atau yang konten dengan teknologi terkini. Sehingga konten sejarah itu tidak membosankan," jelasnya.
Ia menambahkan warga DIY juga harus turut berbangga karena memiliki warisan yang luar biasa, bahkan peradabannya bisa bertahan selama 269 tahun.
"Kita punya negari yang usianya 269 tahun. Ini sejarah panjang dan banyak peristiwa penting. Dulu banyak negara yang merdeka dengan caranya sendiri, tetapi yang bertahan ya DIY. DIY masih memenuhi syarat sebagai negara merdeka, yaitu wilayah, pemerintah, rakyat dan pengakuan internasional. Kaisar Jepang saat kemarin tidak ke Jakarta, tetapi ke Jogja. Tidak bertemu dengan Gubernur, tetapi seorang raja yang masih berkuasa," imbuhnya. (maw)
| Renaissance Yogyakarta: Menapaki Kembali Pemikiran Pangeran Mangkubumi dalam Hadeging Nagari ke-271 |
|
|---|
| Pameran Smarabawana: Sri Sultan HB X Sebut Tata Ruang Bukan Sekadar Tanah dan Bangunan |
|
|---|
| 271 Tahun DIY, Meneguhkan Legitimasi Sejarah dari Kotagede hingga Girigondo |
|
|---|
| Arif Priyosusanto: Tanamkan Sejak Dini Nilai-Nilai Keistimewaan DIY |
|
|---|
| Perjuangan Pangeran Diponegoro Jadi Tema Koreografi Festibal Bregada Rakyat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ini-Alasan-13-Maret-Jadi-Hari-Jadi-DIY.jpg)