Wujudkan Jogja Pusat Fesyen Dunia Melalui Kolaborasi

Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY melaksanakan program inkubasi bagi 25 fashionpreneur di DIY. 

Tayang:
Dok. Istimewa
Suasana Workshop Focus Group Discussion dengan tema Kolaborasi Aksi Memperkokoh Sinergi Bergerak bersama mewujudkan Jogja Kota Fashion Dunia. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bercita-cita ingin menjadikan DIY sebagai pusat fesyen dunia.

Untuk Itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY melaksanakan program inkubasi bagi 25 fashionpreneur di DIY. 

Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti, menerangkan DIY dikenal dengan kekayaan potensi Wastra dan warisan budaya Mataram Kuno.

Agar DIY bisa menjadi salah satu pusat fesyen dunia yang berjatidiri, diperlukan kolaborasi seluruh stakeholder. 

Apalagi anggaran dari Pemda DIY terbatas. 

"Jogja sebagai pusat fesyen dunia menjadi semangat kita bersama. Sehingga perlu kolaborasi, siapa berbuat apa. Sekecil apapun perannya dapat mewujudkan Jogja sebagai salah satu pusat fesyen dunia," katanya, Jumat (08/03/2024). 

"Kalau tidak seperti itu, kita akan terengah-engah. Anggaran di Disperindag tahun ini nggak sampai Rp1 miliar," sambungnya. 

Selain kolaborasi, juga diperlukan adanya perumusan strategi dan penajaman kegiatan agar memberikan  kontribusi maksimal pada ekonomi dan pariwisata DIY. 

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Keanggotaan Kadin DIY, Robby Kusumaharta menegaskan cita-cita untuk menjadikan DIY sebagai pusat fesyen dunia bukanlah mimpi. Hal itu karena DIY memiliki kekuatan dan potensi besar dibidang fashion. 

"Jogja Fashion Dunia merupakan suatu gerakan bersama dari seluruh penggiat fesyen dan stakeholder terkait sehingga dapat tercipta kolaborasi pentahelix dalam mewujudkan cita-cita ini," tandasnya. 

Sekretaris Umum BPD Asosiasi Petekstilan Indonesia (API) DIY, Timotius Apriyanto menambahkan kolaborasi dan kerja sama antar stakeholder sangat diperlukan. 

"Di era yang membutuhkan kecepatan dalam menentukan suatu kebijakan ini, kolaborasi dan kerja sama itu multak," imbuhnya. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved