Tragedi Seblak Beracun Tikus di Lamongan, Seorang Pemuda Tewas di Tangan Pemandu Lagu

Pelaku datang ke bengkel sambil membawa seblak yang sudah dibubuhi racun tikus dan memberikannya kepada korban.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tribunnews
ilustrasi seblak 

Namun dengan berjalannya waktu, korban tak kunjung dikenalkan oleh pelaku kepada pemandu lagu yang dimaksud.

Karena tak dikenalkan, korban akhirnya meminta uang yang sudah dikirimkan untuk dikembalikan.

Karena kesal terus ditagih, Nur Fadila pun membunuh Abdul Aziz dengan cara mencampur seblak dengan menggunakan racun tikus.

Peristiwa itu terjadi di bengkel tambal ban Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan pada Rabu (7/2/2024) pukul 15.00 WIB.

Di hari kejadian, pelaku membeli seblak dan memasukkan racun tikus dalam makanan kesukaan korban.

Lalu ia menemui korban di bengkel tambal ban dan menawarkan seblak tersebut pada korban.

"Taruh di kursi dulu," kata korban seperti yang ditirukan tersangka saat diperiksa polisi, Selasa (5/3/2024).

Korban yang tidak curiga sedikitpun, kemudian memakannya. Saat makan seblak beracun, tersangka yang bekerja di sebuah kafe sudah tidak ada di lokasi.

Usai memakan seblak tersebut, korban dinyatakan tewas.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Andi Nur Cahya membenarkan polisi berhasil mengungkap dugaan rencana pembunuhan dengan korban Abdul Aziz.

"Masih dalam pengembangan pemeriksaan," kata Ipda Andi Nur Cahya.

Polres Lamongan kemudian menunjuk pengacara dari Tim Advokat LABH Al-Banna, Juris Justitio Hakim Putra untuk mendampingi tersangka yang hidup sebatang kara.

"Betul, kita ditunjuk Polres untuk mendampingi tersangka. Tersangka ini miskin, kedua orang tuanya sudah meninggal dan hidup sendirian," kata Juris, Rabu (6/3/2024).

Karena ancaman hukumannya di atas lima tahun, maka pelaku harus didampingi oleh penasihat hukum.

Terkait tindak pidana yang dilakukan tersangka, Juris membenarkan, bermula dari keinginan korban untuk kenal dengan seorang pemandu lagu. "

Tersangka kalut karena ditanyai korban terus. Akhirnya nekat merencanakan itu (pembunuhan). Diracun dengan racun tikus dicampur dengan makanan seblak," ungkapnya.

Pemeriksaan terhadap tersangka belum selesai dan masih akan dilanjutkan.

"Kewajiban kami harus mendampingi tersangka," katanya. (*)

 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved