Wacana Penerapan Jalur Satu Arah di Bukit Bego, Dishub Bantul Masih Tunggu Persetujuan

Rencana itu nantinya akan melarang kendaraan bus wisata maupun kendaraan besar lainnya turun melintasi Bukit Bego

TRIBUNJOGJA.COM / Neti Istimewa Rukmana
Sejumlah relawan termasuk aparat kepolisian setempat sedang melakukan evakuasi bus Saestu Trans dengan nomor polisi E 7607 V yang terlibat laka tunggal di Bukit Bego, Kamis (8/2/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul berencana menerapkan jalur satu arah di kawasan Bukit Bego, Imogiri, Bantul.

Rencana itu nantinya akan melarang kendaraan bus wisata maupun kendaraan besar lainnya turun melintasi Bukit Bego, atau bergerak dari arah Mangunan ke menuju kawasan wisata pantai melalui Bukit Bego

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Bantul, Sri Harsono, berujar wacana itu diberikan untuk mengantisipasi kejadian kecelakaan lalu lintas seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Di mana, satu unit bus Saestu Trans dengan nomor polisi E 7607 V terguling di dekat Bukit Bego pada Kamis (8/2/2024) siang.

"Tingkat kerawanan kecelakaan paling tinggi adalah ketika bus wisata dan kendaraan besar turun dan melintasi kawasan Bukit Bego," katanya kepada wartawan, Selasa (5/3/2024).

Maka dari itu, bus wisata dan kendaraan besar dari Mangunan yang menuju kawasan wisata pantai dilarang melintas melalui Bukit Bego.

Nantinya, arus balik kendaraan itu akan diarahkan untuk melewati Patuk.

Namun, wacana tersebut masih dilakukan perbincangan dengan sejumlah belah pihak.

Setelah terdapat persetujuan dari sejumlah belah pihak, maka wacana tersebut mulai digarap.

"Kalau bisa secepatnya. Tapi, kami harus menunggu persetujuan. Nantinya, bus wisata dan kendaraan besar yang melintas di Bukit Bego hanya boleh dari Imogiri ke Mangunan," ucap Harsono.

Kendati begitu, sebelum penerapan larangan itu, pihaknya akan melakukan uji coba penerapan arus lalu lintas satu arah untuk bus wisata atau kendaraan besar lain yang melewati kawasan Bukit Bego.

Tujuannya tak lain untuk mengetahui tingkat keamanan yang tepat dari penerapan arus lalu lintas satu arah tersebut. 

"Tapi, sekali lagi kami masih menunggu persetujuan," tandas Harsono. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved