Tips Kesehatan
Jenis Bau pada Urine dan Penyebabnya
Jika tiba-tiba kencing Anda berbau yang menyengat dan berwarna kuning pekat, itu tandanya Anda mengalami dehidrasi.
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Seseorang yang sehat bisa buang air kecil sebanyak 6-8 kali dalam sehari. Frekuensi buang air kecil sebanyak 4-10 kali dalam 24 jam masih terbilang normal asalkan tidak mengganggu kegiatan sehari-hari.
Sementara itu, banyaknya urine yang dikeluarkan dalam sehari berkisar antara 400 sampai 2.000 mL, dengan asupan cairan normal sekitar 2 liter per hari. Ini merupakan rentang rata-rata dan setiap orang mungkin memiliki volume urine keluar yang berbeda.
Dilansir dari laman Hello Sehat Kemenkes RI, seberapa sering Anda buang air kecil tergantung pada banyak faktor, di antaranya:
- Usia.
- Asupan air dalam sehari.
- Minuman yang dikonsumsi, misalnya air, teh, dan sebagainya.
- Kondisi medis seperti diabetes, infeksi saluran kemih, atau kandung kemih overaktif (overactive bladder).
- Konsumsi obat-obatan tertentu.
- Ukuran kandung kemih.
- Hamil dan melahirkan
Perubahan kecil pada urine yang normal bisa saja menandakan gangguan fungsi atau penyakit pada sistem perkemihan.
Ini sebabnya Anda perlu membiasakan diri melihat kondisi urine ketika buang air kecil, terutama bila Anda juga mengalami gejala tertentu.
Baca juga: Ini 5 Warna Urine dan Penyebabnya
Dalam keadaan yang normal, kencing tak akan mengeluarkan bau yang kuat atau memiliki aroma tertentu.
Berikut bau yang tidak biasa dari urine serta kondisi yang mungkin menyebabkannya:
1. Menyengat seperti amonia
Jika tiba-tiba kencing Anda berbau yang menyengat dan berwarna kuning pekat, itu tandanya Anda mengalami dehidrasi. Amonia yang tinggi dalam urine tidak dapat larut karena tidak ada cukup air. Akibatnya, urine menimbulkan bau yang kuat.
Selain dehidrasi, bau menyengat pada air kencing juga dapat disebabkan oleh:
- Infeksi pada saluran kemih
- Gangguan pemecahan zat-zat gizi di dalam tubuh
- Perubahan hormon akibat kehamilan atau menopause
- Konsumsi makanan asam, protein, dan suplemen vitamin B6
2. Amis
Urine berbau amis tidaklah normal dan dapat menandakan masalah kesehatan, terlebih jika terus terjadi dalam waktu yang lama.
Berbagai penyebab air kencing berbau amis adalah sebagai berikut.
- Infeksi saluran kemih.
- Infeksi bakteri pada vagina (bacterial vaginosis).
- Sindrom bau ikan, yakni bau amis pada keringat, napas, dan urine karena tubuh gagal memecah zat trimetilamin.
- Masalah ginjal.
- Peradangan kelenjar prostat.
- Gagal hati.
Sebetulnya, kondisi air kencing yang berbau amis tidak selalu menunjukkan masalah kesehatan serius jika tidak disertai dengan gejala lainnya. Pasalnya, hal ini bisa jadi karena Anda sedang dehidrasi atau dipengaruhi oleh pola makan Anda akhir-akhir ini.
| 7 Manfaat Kembang Kol bagi Kesehatan dan 3 Efek Sampingnya |
|
|---|
| Menggertakkan Gigi Saat Tidur: Pennyebab, Efek, dan Cara Mengatasinya |
|
|---|
| Makanan Aneh yang Ternyata Super Sehat, Kaya Nutrisi yang Terkandung di Dalamnya |
|
|---|
| Nasi Kemarin Sore Lebih Sehat untuk Cegah Gula Darah Naik, Ini Faktanya |
|
|---|
| Kentut Ternyata Bisa Jadi Indikator Kesehatan Usus yang Baik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/air-kencing-warna-teh-hepatitis.jpg)