Hadis Harian

Hadits Arbain Ke 21: Soal Iman kepada Allah dan Apa Itu Istiqamah

Banyak pendapat para sahabat yang mendefinisikan tentang istiqamah diantaranya adalah Ibnu Abbas radhiallahu’anhu berkata “maksudnya adalah berlaku lu

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
via Islampos
Ilustrasi Istiqomah 

Seperti halnya dalam hadits diatas, walaupun jawaban tersebut adalah jawaban dari pertanyaan Sufyan namun berlaku untuk semua umat manusia.

Dan sudah seyogyanya perkataan Rasulullah tersebut dijadikan asasi dalam menjalani kehidupan.

Memperkuat Istiqamah

Berikut diantara sarana yang dapat memperkuat seseorang dijalan istiqamah,

1. Hidup bersama Al-Qur’an

Membaca, menghafal, memahami dan mentadabburi Al-Qur’an adalah sarana terbesar untuk terus beristiqmah di jalan Allah.

2. Doa

Abdullah bin ‘Amru bin al-‘Ash meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya hati semua manusia itu berada di antara dua jari dari sekian jari Allah Yang Maha Pemurah. Allah akan memalingkan hati manusia menurut kehendak-Nya.” Setelah itu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berdoa, “Wahai zat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan padaMu!” Di antara doa yang hendaknya dipanjatkan adalah sebagai berikut,

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚاِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

“Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari hadirat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.” (Q.S. Ali ‘Imran/3:8)

3. Berperan dalam dakwah

Kontribusi seseorang dalam dakwah akan membuatnya semakin istiqamah. Siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya.

4. Mengingat kematian

Setiap yang memiliki nyawa pasti merasakan mati. Dengan mengingat mati, segala yang kita miliki di dunia walaupun sedikit akan terasa banyak begitupun sebaliknya. Rasulullah pun mengingatkan untuk banyak-banyak mengingat kematian. Beliau bersabda, “banyak-banyaklah mengingat pemutus kenimkatan yaitu kematian”. ((HR Tirmizi, Nasa’I dan Ibnu Majah)

5. Mencari teman bergaul yang saleh

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved