Pilpres 2024

TPD Sebut Anies-Muhaimin jadi Simbol Persatuan NU dan Muhammadiyah di Jogja

asangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Anies-Cak Imin disebut bisa menyatukan kalangan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Yogyakarta

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUN JOGJA/AZKA RAMADHAN
Pemasangan pin untuk relawan dan saksi Garda Matahari di Yogyakarta, Kamis (2/2/2024) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) disebut bisa menyatukan kalangan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Yogyakarta.

Hal itu, disampaikan oleh Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) AMIN DI Yogyakarta, Agus Sulistyono, di sela Deklarasi dan ToT Saksi Relawan Garda Matahari, di Kota Yogya, Jumat (2/2/2024) malam.

"Anies-Muhaimin ini simbol menyatunya NU dan Muhammadiyah. Siapa yang menyangsikan kalau Gus Muhaimin itu NU tulen? Sebelum lahir, beliau sudah NU," tandasnya.

Bukan tanpa alasan, Agus mengatakan, Muhaimin Iskandar merupakan cicit dari tokoh NU, sekaligus pendiri pondok pesantren Denanyar, Jombang, Jawa Timur, KH Bisri Syansuri.

Sementara, kedekatan Anies Baswedan dengan Muhammadiyah pun tidak perlu diragukan, lantaran kakeknya, AR Baswedan, yang juga tokoh nasional, merupakan aktivis persyarikatan tersebut.

"Makanya, saya terharu, malam ini, tokoh-tokoh masyarakat, khususnya dari warga Muhammadiyah, bisa berkumpul di sini," tandasnya.

Sebagai informasi, Deklarasi dan ToT Saksi Relawan Garda Matahari, secara langsung dihadiri oleh figur-figur yang dekat dengan Muhammadiyah.

Mulai dari Azman Latif, Aris Madani, Saleh Tjan, hingga Wali Kota Yogyakarta periode 2001-2006 dan 2006-2011 Herry Zudianto.

Baca juga: Dewan Guru Besar UMY Sampaikan Pesan pada Presiden

Menurutnya, persahabatan antara kalangan NU dan Muhammadiyah di Yogyakarta pun semakin erat karena punya satu tujuan untuk memenangan AMIN pada Pilpres 2024 mendatang.

"Terkait dengan DPD RI, Muhammadiyah dan NU  punya pilihan sendiri, tidak apa-apa, selama ini kita bisa berdampingan dengan baik. Yang penting tujuan kita sama, 14 Februari Anies-Muhaimin harus menang di Yogyakarta," tegasnya.

Sementara itu, Bendahara Umum Kornas Garda Matahari, Yayat Sujatna, mengatakan, saksi-saksi dan relawan yang terlibat di dalam gerakannya tersebut memang berasal dari kalangan Muhammadiyah.

Hanya saja, ia memastikan, mereka bergabung dan bergerak secara perorangan, sehingga tidak mewakili struktural persyarikatan yang sejak awal telah menegaskan netralitasnya.

"Muhammadiyah sudah memberikan kriteria calon pemimpin, tapi pilihan itu diserahkan kepada masing-masing warga Muhammadiyah," katanya.

"Muhammadiyah tidak mengarahkan pilihan warganya, namun setiap warga Muhammadiyah secara individual sebagai anak bangsa punya hak politik," tambah Yayat.

Dijelaskan, agenda ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk membekali para saksi dan relawan supaya bisa berkontribusi mewawakafkan diri, tenaga, serta pikirannya untuk bangsa dan negara.

Adapun dalam pelatihan di Yogyakarta ini, diikuti lebih kurang 250 saksi, untuk paslon capres-cawapres nomor urut 01 tersebut.

"Mereka kami bekali secara teknis bagaimana mengamankan suara di TPS masing-masing. Jadi, pada prinsipnya, bagaimana kita mengamankan Pemilu agar tetap luber jurdil," urainya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved