HOAX! Kampanye Prabowo-Gibran Diboikot karena Presiden Jokowi Tidak Netral

Video tersebut adalah konten yang dimanipulasi. Dalam video tersebut tidak ada konten yang menjelaskan kampanye paslon nomor urut 2 telah diboikot

Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
Kominfo RI
Konten Hoax Kampanye Prabowo-Gibran diboikot 

TRIBUNJOGJA.COM - Beredar unggahan video di platform YouTube yang mengeklaim kampanye pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah diboikot.

Pemboikotan ini dikarenakan pidato dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak netral.

Video tersebut diunggah dengan narasi :

"AMARAH RAKYAT !! AKIBAT PIDATO JKW TIDAK NETRAL || KAMPANYE PR4GIB DI BOIKOT".

Faktanya, klaim yang dimuat dalam video tersebut tidaklah benar atau hoax.

Dilansir dari turnbackhoax.id, video tersebut adalah konten yang dimanipulasi.

Dalam video tersebut tidak ada konten yang menjelaskan kampanye paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah diboikot.

Narator dalam video tersebut hanya membacakan artikel di medcom.id berjudul "Jokowi Sebut Presiden Boleh Berkampanye, Respons Warganet: Jangan Pilih Gibran" yang terbit pada 24 Januari 2024.

Baca juga: HOAX! Hubungan Presiden Jokowi dengan Wakil Presiden Maruf Amin Memburuk

Artikel tersebut membahas respon warganet terkait pidato Presiden Jokowi yang secara terang-terangan mengatakan kalau seorang presiden boleh memihak bahkan brkampanye dalam kontestasi Pilpres.

Menjelang Pemilu 2024, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengimbau agar warga masyarakat mewaspadai penyebaran informasi hoax.

Kondisi itu harus menjadi perhatian bersama. Pasalnya, keberadaan hoax mengenai Pemilu tidak hanya menurunkan kualitas demokrasi namun berpotensi memecah belah bangsa.

Tidak hanya menyasar para capres dan cawapres, isu hoax dan disinformasi yang ditemukan turut menyasar reputasi KPU dan penyelenggaraan pemilu untuk menimbulkan distrust terhadap Pemilu.

Kementerian Kominfo mengimbau masyarakat untuk berhati-hati ketika mendapatkan informasi yang dapat dimanipulasi atau diselewengkan.

Kominfo pun turut mengimbau agar masyarakat selalu merujuk sumber-sumber tepercaya seperti situs pemerintah dan/atau media yang kredibel.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved