Jelang Pemilu 2024, Pemkot Yogya Gencarkan Jemput Bola Perekaman KTP-el

Pemkot Yogyakarta menggencarkan upaya jemput bola perekaman data KTP-el menjelang pelaksanaan pencobolosan Pemilu 2024.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Dok. Disdukcapil Kota Yogya.
Petugas Dinas Dukcapil Kota Yogyakarta saat menggulirkan layanan jemput bola perekaman data KTP-el. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemkot Yogyakarta menggencarkan upaya jemput bola perekaman data kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) menjelang pelaksanaan pencobolosan Pemilu 2024.

Jemput bola dilangsungkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), menyasar para pemilih pemula, lansia, hingga penyandang disabilitas.

Kepala Dinas Dukcapil Kota Yogya, Septi Sri Rejeki, mengungkapkan kepemilikan KTP-el jadi syarat mutlak  warga negara untuk mencoblos di bilik suara.

Sehingga, pihaknya harus memastikan, tidak ada hak pilih milik warga Kota Yogya yang tercecer, khususnya dari kalangan pemula dan kelompok rentan.

"Sekarang kami mengintensifkan jemput bola untuk pemilih pemula, lansia, maupun warga rentan lainnya. Semua kami sasar," urainya, Senin (29/1/2024).

Baca juga: Disdukcapil Kota Yogya Buka Layanan Perekaman dan Pencetakan E-KTP Saat Hari Pemungutan Suara

Untuk pemilih pemula, pihaknya melakukan jemput bola di lingkungan sekolah dan titik-titik strategis yang mudah dijangkau para pelajar di Kota Yogya.

Sementara, bagi warga rentan, perekaman KTP-el dibantu petugas Disduckapil yang siap menyambangi langsung kediamannya maupun panti jompo.

"Alhamdulillah, Pemkot sudah memberi kami fasilitas mobil listrik yang bisa menjangkau sampai kampung-kampung yang jalannya tidak begitu lebar. Jadi, kami bisa sampai pintu rumah warga," ujarnya.

Dijelaskan, saat ini terdapat 326.439 penduduk Kota Yogyakarta yang berstatus wajib KTP-el, atau berusia di atas 17 tahun. 

Dari jumlah tersebut yang sudah melakukan rekam data KTP-el tercatat di angka 324.158 orang.

"Sehingga, pada tahun 2024, sekitar 99,30 persen penduduk wajib KTP sudah melakukan perekaman," jelas Septi.

Sementara, untuk lansia usia 60 tahun ke atas, jumlah yang belum melakukan perekaman masih di kisaran 130 orang, atau 0,04 persen. 

"Makanya, door to door digencarkan, jemput bola agar semua warga bisa mempunyai KTP-el, sehingga bisa menggunakan hak pilih di Pemilu," ujarnya. (aka)

 

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved