Pakar UGM Nilai Debat dan Kampanye Berpotensi Ubah Pilihan dalam Pilpres 2024
Angka swing voters tersebut tidak sedikit, sehingga harus berhati-hati untuk menentukan satu atau dua putaran dalam Pilpres ini.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
"Ya jadi sebenarnya efek Jokowi ke Prabowo itu menunjukkan sudah maksimal," ujar Arya Budi.
Arya menilai bahwa Prabowo sudah mengkapitalisasi Jokowi, dalam hal ini Prabowo banyak menyinggung Jokowi, dan memposisikan diri sebagai penerus representasi Jokowi.
Terlebih, Prabowo berpasangan dengan anak pertama Jokowi, Gibran.
"Nah ekspektasinya adalah efek dari Jokowi itu bergeser atau limpahannya sangat dominan di Prabowo, sementara di beberapa hasil survei termasuk Poltracking, angka Prabowo itu praktis tidak pernah menyentuh 50 persen. Jadi bahwa ada kenaikan iya, apalagi sebelum berpasangan," ujar Arya yang juga Peneliti Poltracking Indonesia itu.
Arya menyebut elektabilitas Prabowo meningkat setelah bulan Oktober 2023 atau muncul nama cawapres. Namun setelah bulan Oktober, angkanya tidak lagi mengalami kenaikan secara terus menerus.
"Berhenti di angka sekitar rentan dari 44 persen maksimal 46 persen, yang menyebut 48 ada tapi tidak banyak," ujar Arya.
Arya menegaskan, efek dari pemilih Jokowi yang bergeser ke Prabowo sudah menyentuh batas maksimal.
"Angkanya tidak cukup naik meskipun hasil survei Poltracking juga menunjukkan Prabowo praktis menjadi kandidat yang cukup meyakinkan lolos di Februari 14," kata Arya.
Kendati demikian, Arya mengatakan untuk Pemilu satu putaran atau dua putaran masih belum bisa dipastikan.
"Tapi apakah akan putaran pertama atau putaran kedua, kita harus hati-hati mengatakan itu," kata Arya.
Menurut Arya pemilih Jokowi penting untuk dilihat, sebab mantan Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo itu sudah mengantongi basis pemilih sejak 2014, ia dipilih dengan angka 55 persen.
"Kedua, performa Jokowi masih dianggap bagus, dia itu angkanya masih di atas 3/4 ya di atas 70-75 persen. Bahkan mendekati 80 persen di berbagai survei," ujarnya.
Pemilih yang merasa puas terhadap Jokowi tersebut, secara teoritik mereka akan menentukan pilihannya ke capres yang dianggap mampu meneruskan pemerintahan Jokowi.
"Nah persoalannya kembali lagi capres yang saat ini dianggap secara eksplisit meneruskan Jokowi kan Prabowo karena Ganjar-Mahfud itu kadang-kadang tidak cukup eksplisit meneruskan Jokowi ya. Bahkan sempat mengkritik soal hukum dan seterusnya," pungkasnya. (HAN)
| Hasil Cek Salinan Skripsi Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta |
|
|---|
| Arti Baju Batik Naga Dersonolo Rp 5,7 Juta yang Dipakai Jokowi saat Sowan Sri Sultan HB X di Jogja |
|
|---|
| Bawaslu DIY Sebut Keberhasilan Pemilu di DIY Prestasi Semua Pihak |
|
|---|
| Beredar Video Viral Demi Bela Gibran, Miftah Maulana Sindir Mahfud MD |
|
|---|
| Todung Mulya Lubis Luncurkan Tiga Buku Analisa Sengketa Pilpres 2024, Sebut MK Abaikan Suara Rakyat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/debat-capres-pertahanan.jpg)