Gerakan Tani Nelayan di DIY Deklarasikan Dukung Prabowo-Gibran, Ini Alasannya
Gerakan Tani Nelayan DIY mendeklarasikan diri mendukung pasangan calon Presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gerakan Tani Nelayan (GTN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendeklarasikan diri mendukung pasangan calon (Paslon) Presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka.
Deklarasi digelar di Omah Srawung Budi Waljiman dengan dihadiri puluhan petani dan nelayan dari Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo dan Gunungkidul.
Ketua GTN DIY Oni Wantara menyatakan GTN memutuskan memilih calon presiden dan wakil presiden yang telah berkarya, dan memiliki program konkrit untuk petani dan nelayan.
“Sosok itu adalah Pak Prabowo dan Mas Gibran, kemarin sudah kami deklarasikan mendukung Prabowo-Gibran,” katanya, Selasa (16/1/2024).
Apalagi Prabowo Subianto menurutnya pernah menjadi ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
“Selama menjadi ketua umum HKTI, Pak Prabowo memiliki program peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan,” jelasnya.
Dia menuturkan, program kerja Prabowo-Gibran mewujudkan ketahanan pangan melalui peningkatan produktifitas petani dan nelayan sangat realistis.
Alasan lainnya menurut Oni Prabowo telah memberikan warna bagi peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan di Indonesia.
Baca juga: Antisipasi Gesekan, Warga Ngampilan Inisiasi Posko Pemilu Damai
Baca juga: Jajaran Bawaslu se-DIY Diminta Efisien, Tepat Sasaran dan Berkualitas
Dari sejumlah alasan itu GTN DIY mendukung program ketahanan pangan melalui penguatan tenaga penyuluh lapangan yang dicanangkan Prabowo-Gibran.
“Sudah semestinya tenaga penyuluh lapangan langsung di bawah kementrian agar memudahkan standardisasi sumber daya manusia dan tata kelolanya,” ujar Oni yang sekaligus staf ahli Fraksi Partai Gerindra DIY.
Pasalnya, tenaga penyuluh lapangan saat ini masih berada dalam pengelolaan dinas di setiap kabupaten dan kota yang memiliki kebijakan berbeda.
Perbedaan tersebut berdampak terhadap ritme dan kinerja penyuluh lapangan dalam menunjang keberhasilan ketahanan pangan.
Sementara pegiat pertanian perkotaan, Edo berharap pertanian di Indonesia dapat berkembang melalui digitalisasi pertanian.
"Pemanfaatan teknologi informasi dalam pertanian sangat membantu petani. Mulai mendapatkan bibit, cuaca, pupuk, menanam, memanen hingga memasarkan produk yang dilakukan melalui gadget,” katanya.
Ketua Paguyuban Nelayan di Bantul, Suyanta optimistis Prabowo-Gibran mampu meningkatkan kesejahteraan dan profuktivitas petani dan nelayan.
"Nelayan harus bisa menjadi salah satu pilar ketahanan pangan di bidang perikanan," pungkasnya. (hda)
| PUSHAM dan PSAD UII Catat Kemunduran HAM di Pemerintahan Prabowo-Gibran |
|
|---|
| Lantik Pengurus Baru, Komnasdik DIY Soroti Isu Pendidikan Selama Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran |
|
|---|
| Presiden Bangga Inflasi 2 Persen, Tito Pastikan Daerah Bergerak di Balik Angka Itu |
|
|---|
| Nilai Setahun Pemerintahan Prabowo–Gibran: Tinggi di Kepuasan, Sedang di Kinerja |
|
|---|
| Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Deretan Skandal Korupsi yang Terkuak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Prabowo-Gibran-Kompak-Pakai-Baju-Warna-Biru-Ini-Maknanya.jpg)