Keamanan Wisatawan Jadi Perhatian Dispar DIY Saat Libur Nataru

DIY diprediksi akan kedatangan 800 ribu sampai 1 juta pelancong di momen libur Nataru.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Hanif Suryo
Seorang wisatawan tengah memotret dengan gawainya di objek wisata Puncak Segoro terletak di Kalurahan Girikerto, Gunung Kidul, Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menjelang libur Natal dan akhir tahun, Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (Dispar DIY)  akan melakukan pengecekan keamanan tempat wisata.

Hal ini dilakukan untuk  meminimalkan terjadinya risiko yang berkaitan dengan keselamatan dan kenyamanan di tempat wisata, mengingat banyak wisatawan yang akan berkunjung saat libur Nataru.

"Kami akan adakan riksa uji 18 - 22 Desember 2023. Tentu tidak sendiri, kami kolaborasi dengan mitra kami Disnakertrans yang punya mitra kerja perusahaan untuk riksa uji K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)," kata Plh, Kepala Dispar DIY, Kurniawan, Rabu (13/12/2023).

Kurniawan menambahkan, riksa uji ini akan mengambil beberapa destinasi wisata yang ada di di 4 kabupaten dan 1 kota di DIY.

Menurutnya riksa uji ini menjadi perhatian utama Dispar DIY, apalagi nantinya DIY diprediksi akan kedatangan 800 ribu sampai 1 juta pelancong di momen libur Nataru.

Baca juga: Dispar DIY Prediksi 12 Titik Lokasi Berpotensi Macet saat Libur Nataru, Ini Daftarnya

Diakuinya, tidak semua destinasi wisata akan dilakukan pengecekan melainkan akan diambil sampel prioritas serta wahana yang terbilang ekstrem. Apabila dirasa tidak mumpuni, dimungkinkan tidak akan diizinkan untuk beroperasional.

"Kita lihat tingkat kerusakan atau kekurangannya. Kalau memang hanya sedikit, perlu perbaikan, bisa laksanakan cepat, kita hentikan sementara sampai diperbaiki sesuai standar keamanan. Kalau cukup parah, kita hentikan pasti," tegas Wawan.

Selain riksa uji, Dispar DIY juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan geologi (BPPTKG) untuk mengetahui kondisi cuaca dan potensi bencana dari Gunung Merapi.

Menurutnya, perlu dilakukan antisipasi perubahan cuaca koordinasi dengan BMKG.

"Antisipasi longsor, banyak destinasi letaknya memang cukup rawan, ini perlu antisipasi. Kemudian, berkaitan posisi Merapi, perlu antisipasi akhir tahun ini biasanya di lereng Merapi, Kaliurang cukup ramai, perlu antisipasi (potensi bencana)," pungkasnya. (han)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved