Wisatawan Domestik Padati DIY, Kunjungan Turis Asing Masih Seret
Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY, Imam Pratanadi, menegaskan pihaknya terus berupaya mengejar ketertinggalan kunjungan turis asing.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lonjakan wisatawan domestik membuat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melampaui target kunjungan pariwisata pada paruh pertama 2025.
Namun, kondisi berbanding terbalik dialami wisatawan mancanegara yang jumlahnya masih jauh dari harapan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat, jumlah kunjungan wisatawan domestik ke DIY pada Januari–Juni 2025 mencapai 20.991.131 orang, melampaui target tahunan yang dipatok 10 juta orang.
Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara hanya 43.247 orang, jauh di bawah target 150.000 orang.
Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY, Imam Pratanadi, menegaskan pihaknya terus berupaya mengejar ketertinggalan kunjungan turis asing.
“Kami optimistis target kunjungan wisatawan akan tercapai. Kita memang cenderung lebih banyak wisatawan domestik,” ujarnya, Senin (18/8/2025).
Baca juga: Batik Segoro Amarto Reborn Segera Diproduksi Massal, Jadi Seragam 5.500 ASN Pemkot Yogya
Menurut Imam, DIY masih menjadi destinasi favorit wisatawan nusantara, terutama dari Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Ia menyebut kemudahan akses transportasi menjadi faktor utama tingginya angka kunjungan tersebut.
“Beberapa wisatawan dari Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah dinilai paling banyak berkunjungan ke DIY,” katanya.
Sebaliknya, minimnya kunjungan wisatawan mancanegara disebut Imam tidak lepas dari kondisi global.
“Karena memang bisnis global itu berpengaruh juga ke Indonesia, kondisi ekonomi saat ini tidak sebaik tahun-tahun lalu,” ucapnya.
Untuk mengatasi hal itu, Dinpar DIY melakukan berbagai promosi destinasi wisata. Imam menilai, tiap kabupaten dan kota di DIY memiliki daya tarik berbeda sehingga memberi banyak pilihan bagi wisatawan.
“Menurutnya, wisatawan memiliki berbagai pilihan destinasi wisata yang dapat disesuaikan dengan minatnya masing-masing,” katanya.
Imam berharap, dengan tercapainya target kunjungan, sektor pariwisata bisa mendorong ekonomi lokal.
“Pertumbuhan pariwisata di DIY akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat setempat,” ujarnya.
Hal itu, menurut dia, karena sebagian pengelolaan wisata di DIY dilakukan langsung oleh masyarakat. (*)
| Libur Nataru, Lonjakan Kunjungan Wisatawan Mulai Terlihat di Kabupaten Gunungkidul |
|
|---|
| Kunjungan Malioboro Tembus 100 Ribu Orang per Hari, Puncak Kepadatan Diprediksi Mulai 26 Desember |
|
|---|
| Candi Prambanan Targetkan Hingga 170 Ribu Kunjungan Selama Libur Nataru |
|
|---|
| Pergerakan Wisatawan Nataru ke DIY Diproyeksikan Tembus 4 Juta, Meningkat 23 Persen dari Tahun Lalu |
|
|---|
| Pemda DIY Siapkan Strategi Pulihkan Jumlah Kunjungan Wisatawan Asal Australia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Wisatawan-naik-becak-di-Malioboro-Jogja.jpg)