TPID DIY Pantau Bahan Pokok di Kulon Progo, Kenaikan Harga Dinilai Masih Wajar

Kenaikan harga bahan pokok terjadi karena mekanisme pasar, yaitu meningkatnya permintaan dari masyarakat.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA, Setda DIY, Yuna Pancawati (kanan) saat berbincang dengan pedagang di Pasar Wates, Kulon Progo, Rabu (06/12/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY melakukan pemantauan ketersediaan hingga harga bahan pokok (bapok) di Kulon Progo, Rabu (06/12/2023). Pemantauan salah satunya dilakukan di Pasar Wates.

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA), Sekretariat Daerah (Setda) DIY, Yuna Pancawati mengatakan ada kenaikan harga pada sejumlah bapok.

"Seperti beras, telur, gula pasir, minyak goreng, sampai cabai itu memang ada kenaikan," kata Yuna.

Menurutnya, kenaikan harga bapok terjadi karena mekanisme pasar, yaitu meningkatnya permintaan dari masyarakat.

Apalagi ditambah dengan banyaknya kegiatan hingga pengaruh dari sektor wisata.

Meski demikian, Yuna menilai kenaikan harga tersebut masih di ambang batas wajar. Sebab kenaikannya belum mencapai lebih dari 6 persen.

"Ketersediaannya juga dipastikan cukup untuk semua komoditas," jelasnya.

Yuna juga mengatakan kenaikan harga bapok lumrah terjadi saat mendekati akhir tahun. Khususnya menjelang hari besar keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru.

Namun pihaknya tetap harus memastikan semua komoditas pangan tersedia untuk masyarakat.

Sebab dengan cara ini harga bisa dikendalikan agar tidak terlalu tinggi.

"Semoga harganya segera turun lagi, kami akan terus melakukan pemantauan," ujar Yuna.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kulon Progo Sudarna juga menilai kenaikan harga bapok masih terbilang wajar. Kondisi ini pun kerap berulang setiap jelang akhir tahun.

Sebab saat akhir tahun, permintaan masyarakat akan bapok cenderung meningkat.

Namun pihaknya berharap kenaikan harga tidak berdampak pada ketersediaan bapok di pasaran.

"Harapannya harga bapok tetap wajar sesuai kemampuan daya beli masyarakat," kata Sudarna.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved