Update Berita Gunung Merapi

Update Gunung Merapi 14 Oktober 2023 : 1 Kali Guguran Lava Meluncur ke Kali Bebeng

Gunung Merapi teramati satu kali mengeluarkan guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter, Sabtu (14/10/2023).

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
unsplash.com
Gunung Merapi, Indonesia 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DIY teramati satu kali mengeluarkan guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter, Sabtu (14/10/2023).

Hal itu berdasarkan pengamatan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG ), pukul 00.00-06.00 WIB.

Dalam kurun waktu yang sama, tercatat 32 jumlah guguran dengan amplitudo: 3-15 milimeter (mm) dan durasi 22.4-140 detik. 

Kemudian, hybrid atau fase banyak sejumlah 78, amplitudo: 3-12 mm, S-P: 0.4-0.5 detik dengan durasi 5.88-12.4 detik. 

Berdasarkan pengamatan meteorologi, cuaca mendung dan berawan.

Baca juga: Kebakaran di Lereng Merapi Berhasil Dipadamkan, Luas Hutan yang Terbakar 6,9 Hektare

Angin bertiup tenang ke arah barat, suhu udara 17.2-21 derajat celcius dengan kelembapan udara 50-99 persen dan tekanan udara 875-1013 mmHg. 

Sedangkan secara visual, gunung kabut 0-II hingga kabut 0-III dan asap kawah nihil. 

Hingga saat ini, tingkat aktivitas di Gunung Merapi level III atau siaga. 

Saat ini, potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Sementara di sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Oleh karenanya, masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi sekaligus mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi .

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status Aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved